









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… di dalam marketing tentu ada istilah segmentasi… dan memang segment ini dikaitkan dengan ‘daya beli’ dan preferensi konsumen …!!! Daya beli ini diwujudkan dalam disposable income … so ini yang menentukan kira-kira berapa besar konsumen dapat diraih… sehingga akan menentukan quantity suatu product yang akan dijual …!!! So… sudut pandangnya bukan teknis semata… namun juga ada preferensi dan faktor price tentunya …!!!
So… lihat saza case Honda Vario 110 vs Honda Scoopy… sama-sama menggunakan engine 110cc… Honda Scoopy yang dibanderol lebih mahal Rp. 2 jeti atau sekitar 11% … malah lebih laris dibandingkan Honda Vario 110 … so di titik ini tidak terjadi price elasticity … preferensi konsumen lebih berpengaruh …!!! Namun apa pasti tidak price elasticity ….??? Tapi coba bandingkan Honda Scoopy vs Honda Beat dimana selisihnya lebih mahal Rp. 3 jeti atau beda sekitar 19%… langsung ternyata Honda Scoopy kalah jauh… penjualan Honda Beat 2 kali lipat dibandingkan Honda Scoopy… dan ternyata price memegang peranan penting … coz disposable income konsumen paling banyak di segment tersebut … so jadi price elasticity !!!
So… dari sini baru bisa dipahami tentang segmentasi… kaitannya dengan preferensi dan price …!!! Naagh sekarang kita lihat Honda Adv 150 … bagaimana dampak terhadap Honda Vario 150 dan juga Yamaha Aerox 155 …!!! Mari kita bahas satu persatu mulai dari Honda Vario 150 … apa yang bisa kita bandingkan antara Honda Vario 150 vs Honda Adv 150 …???
Pertama-tama lihat dari sisi engine… waaagh ini sama pleeek … panel indicator sama-sama digital … sama-sama CBS …!!! Sekarang kita lihat persoalan fitur dan harga … ambil contoh Honda Vario 150 CBS-ISS … tentu lawannya adalah Honda Adv 150 CBS …!!! Jika dilihat feature perbedaannya pertama dari panel indicator, type shock belakang yang pake subtank, rem belakang … yang satu cakram dan yang satu tromol …!!! Namun selisih harganya Honda Vario 150 CBS dibanderol sebesar Rp. 23.6 jeti sedangkan Honda Adv 150 CBS dibanderol sekitar Rp. 33.5 jeti … atau selisih harga sekitar Rp. 10 jeti … atau sekitar 41% lebih mahal …!!! So selisih 41% bukan laaagh angka yang kecil… belum lageee semakin tinggi price nya… akan semakin sedikit konsumen pada segment tersebut …!!!
Naaagh gimana dengan Yamaha Aerox 155 …??? Ambil sebagai contoh Yamaha Aerox type R … yang sudah sama-sama menggunakan suspensi tabung untuk suspensi belakang …!!! So selain suspensi tabung yang sama… sama dalam hal panel digital, … soal engine terlihat Yamaha Aerox lebih unggul… sudah terapkan engine 155cc 4 valvez …!!! Soal rem belakang jelas lebih unggul Honda Adv 150 dibandingkan dengan Yamaha Aerox type R … karena Honda Adv 150 sudah nerapkan disc brake …!!! Namun secara harga lihat saza perbedaannya sudah mencapai kurang lebih Rp. 8 jeti … atau beda sekitar 35% …!!!
So,… disini monggo dilihat dari penjelasan diatas… ketika price differential sekitar 11% … ternyata gak price elasticity … namun ketika sudah naik menjadi 19% … mulai konsumen mikir-mikir… dan terjadi price elasticity ….!!! Naaagh gimana dengan perbedaan harga sekitar 35% atau 41% …??? Yaaagh tentu akan mikir-mikir… padahal segment teknis nya sama-sama 150cc …!!! So… dari sini memang besar kemungkinan … tidak akan terjadi shifting demand… dari Honda Vario 150 ataupun Yamaha Aerox ke Honda Adv 150 … lha wong perbedaan harganya signifikan banget …!!! Last,… kalau disebut akan menggangu Honda Vario 150 atau Yamaha Aerox… kelihatannya masih jauh… beda segment vrooo …!!! Ciaooo 😀
BETUL pake bingit juragan
Adv Jok nya tinggi, nanti yang beli buat harian karna terbuai oleh kata2 lebay media mungkin akan kapok n akan di jual lagi 😁