









Well,… ujian pertama dari Yamaha R15 sudah lulus … yaitu persoalan pricing strategy …!!! Praktis dengan dibanderol Rp. 28 jeti … sebagaimana ulasan artikel sebelumnya … harga ini ‘masuk’ di benak mindset konsumen …!!! Tidak heran dalam 23 jam 1500 indent online langsung ludes …!!! Jika nggak ada persoalan server … mungkin dalam waktu 12 jam sudah ludes duluan …!!! So … setelah nggak ada persoalan tentang harga … persoalan berikutnya adalah bagaimana memaksimalkan produksi … coz lawan dari Yamaha R15 adalah kemampuan pabrikan garpu tala untuk memproduksi motor ini sebanyak-banyaknya …!!!
Kenapa harus secepat-cepatnya ‘brojoool’ sebanyak-banyaknya …??? Yup,… karena saingan Yamaha R15 yaitu Honda CBR150R lokal … tinggal menunggu waktu untuk brojol …!!! Ini mirip seperti case Honda Scoopy dimana duluan brojoool sehingga Yamaha Fino yang telat brojool … cuma dapet ‘sisanya’ saza …!!! So… disini pabrikan harus membayangkan… potential customer harus secepatnya dipenuhi … bisa disebut ‘dihabisin’ … sehingga demand sudah ‘ketutup’ dengan product Yamaha R15 …!!! Naaagh tantangan nya adalah disisi produksi … dan sudah mulai dipikirkan memaksimalkan produksi 7 x 24 jam … dengan sistem shift …!!! 😀
Beberapa line production yang agak idle seperti motor bebek/skutik bisa digunakan untuk menggenjot motor Yamaha R15 ini …!!! Sudah nggak jaman lageee… indent kelamaan atau malah ‘bangga’ jika indent panjang …!!! Justru bisa digunakan jurus pabrikan yang bergerak dibidang ‘mining’ … secepat-cepatnya ‘mengeruk’ sumber daya alam tersebut …!!! Naaagh… mirip dengan hal itu … justru secepat-cepatnya mendeliver konsumen dengan product Yamaha R15 …!!! Lhaaa kalau sudah ‘genjoot’ produksi namun supply belum bisa mengimbangi demand gimana mas …??? Naaagh ini ada kiat-kiat lageee … ntaaar dibahas jika ada waktu …!!! 😀
Leave a Reply