









Pasar skutik memang terjadi perseteruan antara Yamah Mio vs Honda Vario… dan gue pernah bahaz mengenai hal ini… Anyway, salah satu brand lain yang menawarkan skutik adalah Suzuki Spin..!!! Dan menurut gue ..spin bisa menjadi alternatif.. yah minimal untuk sebagai bahan komparasi.. dari product skutik tersebut..!!! Dari sisi power maupun torsi, spin diatas lawan-lawannya… lha ya nggak heran lah bro.. lha wong cc nya paling gede.. 125cc sedangkan yang lainnya plus minus 110cc… 😀 Disamping itu harganya yang relatif miring… juga salah satu faktor untuk dipertimbangkan… !!! Kalau mengenai design / model..gue nggak comment deh… soalnya itu relatif bangeeet… dan gue nggak mau memberikan penilaian yang biaz…!!!
Skutik ini masih menggunakan pendingin udara… beda dengan vario yang sudah menerapkan liquid cooled. Sehingga compression rationya juga keliatan lebih gede vario dibandingkan dengan spin. Tapi karena cc nya lebih gede..secara keseluruhan power dan torsi yah menang spin…!!! Tapi kalau soal irit.. ya spin tiarap lah ngelawan dua skutik saingannya (walau masalah irit sangat tergantung cara bawanya). Sebagaimana product suzuki lainnya, spin juga menggunakan teknologi Suzuki Composite Electrochemical Material (SCEM).
Spin juga cukup ramah lingkungan dengan penerapan Sistem Pulsed Secondary Air Injection System (PAIR) dan Catalyzer Exhaust System, yang akan menguraikan gas Hidrocarbon, Carbon Monoksida, Nitrogen Oksida menjadi gas / material yang relatif ramah lingkungan air, karbon dioksida dan netral.
Keliatannya spin ini mencoba head-to-head dengan Mio maupun Vario. Dengan harga dibanderol Rp. 11.67 jeti (lebih mahal 90 rebu dibandingin Mio)… suzuki spin diarahkan untuk menggeser minimal vario dulu (strategi cost leadership).. baru pelan-pelan ngelawan Yamaha Mio. Apakah spin bisa menggesernya… tergantung pilihan konsumen skutik… dimana faktor design / model dan juga strategi marketing.. menentukan pilihan customer.. coz technical and price …not the only thing will be considered by customerz.. !!! 😀
Leave a Reply