









Well… mungkin banyak yang nggak menyadari… gimana sih mengoper gigi yang optimum… !!! Beberapa racer bilang … yaagh deket red line… ??? Ternyata nggak juga… dan setelah dicari-cari ternyata memang ada ilmunya… !!! Berikut ini gue coba paparkan, kasusnya Yamaha YZF-R6 tahun 2003… !!! Kalau bike yang lain tinggal masukin aza parameternya.. !!! Parameter pertama yang kudu elo masukin adalah Gear Ratio dari gigi 1 s/d gigi 6. Parameter kedua yang kudu elo masukin adalah primary drive ratio (primary reduction ratio). Selanjutnya elo kudu masukin front dan rear sprocket teeth yang berguna untuk menghitung secondary redurtion ratio… !!! Kemudian mengukur keliling ban belakang (circumference), untuk mendapatkan radius dari ban … !!! Jika bingung ngukur nya… tinggal masukin aza ukuran ban… terus akses disini … !!! 😀
Kemudian masukkan hasil test dyno dari RPM 10000 s/d 14750, dan masukkan berapa torsinya (ft-lb), dan ukur setiap peningkatan 250RPM … !!! Parameter terakhir adalah masukkan kecepatan (MPH), dimana terjadi perpotongan antara gigi 1 dan gigi 2, gigi 2 dan gigi 3 dst … !!! Dalam kasus Yamaha TZF-R6 ini, perpotongan gigi 1 dan gigi 2 terjadi pada kecepatan 65 MPH, gigi 2 dan gigi 3 pada 94 MPH, gigi 3 dan gigi 4 pada kecepatan 110 MPH, gigi 4 dan gigi 5 pada kecepatan 126 MPH dan gigi 5 dan gigi 6 pada kecepatan 140 MPH ….!!! Pada motor yang berbeda… misalnya R6 tahun 2008, yaagh kudu diukur dulu… demikian juga dengan motor lainnya … !!!
Dari hasil tersebut… dapat diperoleh bahwa RPM optimum pada perpindahan gigi 1 s/d 2, dapat diperoleh pada 14705 RPM … !!! Gigi 2 ke gigi 3, diperoleh pada 14549 RPM… dst… !!! Terlihat semakin lama RPM optimum semakin kecil… yaaagh ini wajar saza.. karena total gear ratio makin lama makin mengecil… jadi pasti berimbaz pada optimum RPM … !!! Dari sini bisa diambil kesimpulan.. jika tarohlaagh RPM d dekatkan pada 14750 RPM teruz… dan perpindahan gigi berikutnya juga pada RPM segitu… maka tidak akan terjadi optimum shift… !!!
Hal ini sebenernya bisa dijelaskan karena adanya driving force yang terjadi di ban belakang … !!! Pada RPM yang sama, pada gigi rendah akan menghasilkan driving force yang lebih besar dibandingkan pada gigi yang lebih tinggi … !!! Driving force sendiri adalah perkalian antara torsi dengan overall gear ratio dan radius / jari-jari ban belakang … !!! Naagh… jika bingung silahkan dulu liat-liat worksheet excelnya baru didiskusikan… ocreee… ??? 😀
Appendix :
Leave a Reply