









Ki Lurah Ganjur pun mendapatkan ide… dan mengatakan kepada Joko Tingkir,.. “Joko Tingkir… satu-satunya cara agar engkau bisa bertemu adalah selepas Sholat Jum’at di mesjid Kesultanan Demak ….!!! Hanya pada saat itulah engkau punya kesempatan bertemu dengan nya … !!!” Ki Lurah Ganjur pun memberi saran… tempat dimana Joko Tingkir harus berada… yaitu didekat tepi kolam … !!! Joko Tingkir pun akhirnya seolah menunggu hari Jum’at…. dan akhirnya hari yang ditunggunya pun tiba …!!! 😀
Joko Tingkir sebagaimana jemaah yang lain… ia berbaur dan mengambil posisi seperti yang disarankan Ki Lurah Ganjur …!!! Setelah Sholat Jum’at selesai… persis seperti yang diutarakan oleh Ki Lurah Ganjur… Sultan Trenggana keluar dari mesjid… !!! Namun yang tidak diperkirakan adalah ketika Sultan Trenggana keluar… dikawal oleh para prajurit pengawal dengan begitu ketat …!!! Terlihat tidak seperti biasanya… dan jalan yang akan dilalui seperti ‘disterilkan’ oleh para prajurit pengawal … !!!
Pengawal terdepan seolah sudah mulai beraksi… dibelakang nya tampak Sultan Trenggana… dan dibelakang Sultan tampak Ki Lurah Ganjur beserta para prajurit … !!! Joko Tingkir serba salah… dalam posisi bersila dan menghaturkan sembah… semakin salah tingkah … !!! Jika terdepak ia bisa ‘kecemplung kolam’… dan jika ia berdiri dan berlari akan disangka mempunyai niat yang jahat … !!! Ketika para prajurit sudah tinggal sedikit lageee akan mendesak posisi Joko Tingkir… tidak ada pilihan lageee bagi Joko Tingkir…. ia terpaksa menyingkir namun tidak menimbulkan kegaduhan … !!!
Joko Tingkir masih dalam posisi bersila dan menghaturkan sembah… ia meringankan tubuh,… ilmu yang dipelajari dari Ki Ageng Sela… dan ia melewati kolam masjid… seolah “terbang” dan mendarat di seberang kolam lainnya … !!! Aksi yang diperlihatkan Joko Tingkir ini… justru menjadi pusat perhatian… yang semula maksudnya tidak ingin menimbulkan kegaduhan… malah menimbulkan decak kagum dari semua jemaah yang melihat… termasuk prajurit pengawal dan Sultan Trenggana itu sendiri … !!! Mungkin strategy differensiasi yang digunakan… langsung memikat seluruh jemaah …!!!
Efek nya terasa banget… sampai-sampai Sultan Trenggana terpukau… dan Kanjeng Sultan menyadari bahwa tidak ada prajurit yang bisa melakukan hal itu… !!! So,.. pasti pemuda itu bukan sembarangan…. dan ia pun bertitah… “Hadapkan kepada ku pemuda yang luar biasa itu …!!! “. Tidak lama.. Joko Tingkir dihadapkan kepada kanjeng Sultan Trenggana oleh 4 prajurit pengawal… !!! “Siapakah engkau,… pemuda yang mempunyai kemampuan luar biasa …???”, tanya Kanjeng Sultan Trenggana …!!! “Hamba Joko Tingkir … Kanjeng Sultan…, hamba keponakan Ki Lurah Ganjur …!!!, Joko Tingkir menjawab sambil duduk bersila menghaturkan sembah hormat …!!!
Sultan Trenggara langsung bertanya… “Ganjur,… benarkah pemuda ini keponakanmu …???”. Dengan tergopoh-gopoh Ki Lurah Ganjur pun berkata… “Benar,.. Yang mulia Kanjeng Sultan … ia adalah keponakan hamba,.. ia adalah anak dari kakak hamba dari Tingkir …!!! Sultan Trenggana langsung mengejar pertanyaan kepada Joko Tingkir ,… “Joko Tingkir… apakah engkau hendak memamerkan kepiawaian mu melewati kolam dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh… kepada ku …???” Joko Tingkir dengan lugas menjawab… “Tidak .. Kanjeng Sultan,… hamba terpaksa melakukan itu… agar tidak menghalangi jalan paduka Kanjeng Sultan …!!!” Hmmm… masuk akal juga penjelasan pemuda ini… begitu pikir Sultan Trenggana … !!!
“Lantas apa maksud kedatangan mu ke Demak ini… Joko TIngkir …???”, tanya Sultan Trenggana …!!! Naaaagh,… kenaaa neeegh… begitu pikir Joko Tingkir… karena pertanyaan ini yang ditunggu-tunggu… !!! “Jika Kanjeng Sultan… junjungan hamba berkenan… hamba ingin mengabdi kepada Kanjeng Sultan… kepada Kerajaan Demak …!!!” kata Joko Tingkir… straight to the point … !!! “Apakah engkau bermaksud menjadi tamtama Kerajaan Demak …???” tanya Sultan Trenggana. “Menjadi apapun … termasuk tamtama …sepanjang hamba bisa mengabdi kepada kerajaan Demak Bintoro ini … Kanjeng Sultan”,… demikian penjelasan Joko Tingkir… merendah meningkatkan mutu… alias low value high impact …!!!
“Menjadi tamtama Demak tidaklah mudah,… harus diuji menghadapi seekor banteng liar dengan tangan kosong …!!! Harus mengalahkan banteng dengan sekali pukul… sanggupkaah kamu … Joko Tingkir …???” tanya Kanjeng Sultan… Dengan lugas Joko Tingkir menjawab,.. “Ujian apapun akan hamba hadapi… demi dapat mengabdi kepada Kerajaan Demak ini… Kanjeng Sultan… !!!” Namun setelah Kanjeng Sultan melihat sendiri kemampuan Joko Tingkir… ia berpikir buat apa lageee menguji Joko Tingkir… seolah membuang waktu saja… !!! “Baik laaagh… Joko Tingkir… mulai sekarang engkau bisa menjadi tamtama Demak… mudah-mudahan… Demak Bintoro akan semakin kuat… dengan adanya pengabdianmu… !!!”, demikian kata Kanjeng Sultan Trenggana… Langsung Joko Tingkir menjura dengan hormat.. “Terima kasih hamba haturkan kepada Kanjeng Sultan atas anugerah yang diberikan… kepada hamba… !!!”
Mulailaaagh,.. saat itu resmi Joko Tingkir mengabdi kepada Kerajaan Demak Bintoro… apa saja suka duka yang ia hadapi…. nantikan pada episode berikut…. so stay tuned …!!! 😀
Link Terkait :
Leave a Reply