









Alhamdulillahil ladzii hadaa naaa… Biabdihil mukhtaari man da aaa-na… Ilaihi bil-idzni wa qod naa daaa naaa ... Labbaika yaa man dallanaa wa hadaaa naa …!!!
Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammadin thibbil quluubi wa dawaa iha, wa’aafiyatil abdani wa syifaa iha, wanuuril abshoori wa dhiyaa iha, wa’ala alihi wa shohbihi wa sallim … amma ba’du …!!!
Mari kita lanjutkan pembahasan ngaji hikmah dari Syeikh Ibnu. Athaillah… hikmah ke-9 dari Kitab Al-Hikam sbb :
تَـنَوَّعَتْ أَجْنَاسُ اْلأَعْمَالِ لِـتَـنَوُّعِ وَارِدَاتِ اْلأَحْوَالِ
tanawwa’at ajnasul aqmali litanawui ridatil ahwaal
Artinya :
Jenis amal ibadah yang beragam disebabkan oleh beragamnya warid pada ahwal (hamba-Nya).
Sejatinya,… Ahwal bentuk jamak dari hal, yaitu kondisi yang dialami oleh manusia. Kondisi ini terbagi atas kondisi jiwa dan kondisi sosial …!!! Sebagai contoh sifat-sifat yang baik (al-hasanah) yang dianugerahkan… dalam hal ini merupakan warid yang dikaruniakan Allah.. kepada ahwal hamba-Nya… dalam hal ini kondisi sabar … dapat dilihat pada Qs. Fussilat : 35 sbb :
وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا
wa maa yulaqqoohaaa illallażiina shobaruu,
Artinya :
Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar (Qs. Fussilat (41) : 35)
Kondisi amal nya tentu berbeda,… jika kita lihat case seorang pemuda yang belum menikah, dia tidak mempunyai tanggung jawab selain atas dirinya sendiri …!!! Jadi setelah selesai amal ibadah yang wajib, ia bisa melanjutkan untuk ibadah lainnya misalnya mengikuti majlis taklim, majlis zikir, dan memperbanyak ibadah lainnya …!!! Namun bagi pemuda yang sudah menikah, tentu ia mempunyai tanggung jawab selain kepada dirinya, juga kepada isteri dan anaknya …!!! Tentu ia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menjaga mereka dari meminta-minta… dan ini bagian tidak dapat dipisahkan dari mendekatkan diri kepada Allah …!!!
Demikian pula, ketika ada seorang hamba yang tidak bisa makan yang enak-enak… lebih memilih makan yang seadanya, namun dilain pihak ada yang tidak mempersoalkan untuk memakan yang enak-enak … padahal rezeki yang diperolah sama-sama halal …!!! Jadi sah-sah saza … karena kondisi nya berbeda-beda… monggo kita lihat Qs. Al-Araf : 32 sbb :
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ
qul man ḥarroma ziinatallohillatiii akhroja li’ibaadihii wath-thoyyibaati minar-rizq
Artinya :
Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik?”
So… dengan demikian harus dipahami bahwa jatidiri setiap manusia itu unik dan berbeda …!!! Suatu warid yang Allah karuniakan kepada seorang hamba-Nya … tentu akan mengungkap jati diri hamba tersebut …!!! Seorang mursyid, tentu akan diberi karunia warid berupa pengetahuan dan/atau kemampuan untuk membimbing murid-muridnya …!!!
Demikian artikel singkat ini… semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita semua. Wallahu muwafig ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… !!!
Baca juga :
Hikmah ke 3, Tekad yang kuat tidak mampu menembus dinding takdir
Hikmah ke 4, Urusan yang diatur oleh Allah gak usah ikut campur
Hikmah ke 5, Tanda-tanda mata hati mulai buta
Hikmah ke 6, Tetap laaagh berdoa jangan putus asa
Hikmah ke 7, Jangan ragu akan janji Allah
Hikmah ke 8, Ijtiba salah satu jalan menuju Allah
Hikmah ke 9, Jenis Amal Ibadah beragam disebabkan keberagaman warid
Leave a Reply