









Alhamdulillahil qowiyyi sulthonuh, … al-wadlihi burhanuh, … al-mabsuthi fil wujudi karomuhu wa ihsanuh, … Ta’ala majduhu wa adhuma syanuh.
Allahumma shalli ala Sayyidina Muhammad, Shalata ahlis samawati wal ardhina alaihi, adada ma indallahi min al-adad fi kulli lamhati ainin, minal azali ilal abad …… amma ba’du …!!!
Mari kita dalami Qs. Yusuf ayat 46 sbb :
يُوسُفُ أَيُّهَا الصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِي سَبْعِ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنْبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ لَعَلِّي أَرْجِعُ إِلَى النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ
yuusufu ayyuhash-shiddiiqu aftinaa fii sab’i baqorootin simaaniy ya`kuluhunna sab’un ‘ijaafuw wa sab’i sumbulaatin khudhriw wa ukhoro yaabisaatil la’alliii arji’u ilan-naasi la’allahum ya’lamuun
Artinya :
Yusuf, wahai orang yang sangat dipercaya! Terangkanlah kepada kami (takwil mimpi) tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk yang dimakan oleh tujuh (ekor sapi betina) yang kurus, tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahui.”
Peracik anggur itu telah meninggalkan Nabi Yusuf a.s selama 7 (tujuh) tahun, namun Nabi Yusuf a.s, memang seorang teladan, tidak menolak ataupun menegurnya …!!! Ia pun menyebut Nabi Yusuf a.s (yuusufu ayyuhash-shiddiiqu), sebagai seorang shiddiiq, orang yang sangat dipercaya, karena ia telah melihat kebenaran akan takwil mimpi yang dilakukan Nabi Yusuf a.s ..!!!
Pada kalimat … aftinaa fii sab’i baqorootin simaaniy ya`kuluhunna sab’un ‘ijaafuw wa sab’i sumbulaatin khudhriw wa ukhoro yaabisaatil … yang berarti … Terangkanlah kepada kami (takwil mimpi) tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk yang dimakan oleh tujuh (ekor sapi betina) yang kurus, tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering … disini melambangkan akan datang 7 tahun hasil panen yang melimpah… dan 7 tahun akan mengalami kekeringan …!!! So disini sudah tersirat bahwa harus dapat mengelola agar selama panen dapat disimpan agar dapat mengatasi ketika ada kekeringan …!!!
Pada kalimat … la’alliii arji’u ilan-naasi la’allahum ya’lamuun yang berarti… agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahui.”… disini terlihat peracik anggur tidak menceritakan bahwa ini adalah mimpi raja… ia ingin hasil dari takwil mimpi yang ia ceritakan nanti… tentu ia akan kembali dan bercerita… supaya dapat hadiah …!!! So disini … peracik anggur ingin bertindah sebagai ‘broker’ … ia dapat memperoleh informasi ‘gratis’ dari Nabi Yusuf a.s, kemudian ia bercerita tentang takwil mimpi tersebut… so agar Raja melihat bahwa ia yang berjasa… dan layak mendapatkan hadiah …!!! So disini pada zaman dulu sudah berlaku… ingin menjaga information assymetris …!!!
Demikian artikel singkat ini… semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita semua. Wallahu muwafig ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… !!!
Leave a Reply