









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… kalau sudah berbicara soal profesionalitas… maka siapapun yang bekerja harus dinilai secara profesional… terlepas dari mana ia berasal …!!! So ini laaagh konsep profesionalisme… dan juga harus diterapkan pada atlet… termasuk bola volley …!!! Naaagh semakin menggeluti liga Korea atau V-League … kok terjadi diskriminasi antara pemain lokal dengan pemain asing … ntaaagh itu pemain asing dari Barat (Non Asia) ataupun pemain asing dari Asia …!!!
Monggo dicerna… kok bisa pemain asing dari Asia misalnya Mega, atau siapapun dari Asia untuk tahun pertama hanya diberi maksimal USD 100 ribu atau sekarang sekitar Rp. 1.5 milyar …!!! Coba bandingkan misalnya dengan Lee So-Young… dibanderol sekitar KRW 650 juta atau Rp. 7.6 milyar … so ini khan artinya 5 kali lipat … dibandingkan Mega …!!! Coba dihitung kontribusi Lee So-Young di Red Sparks… berapa kali turun di lapangan… berapa mencetak point …!!!
Ini baru dari pemain Asia… sami mawon kalau pemain Asing itu tahun pertama … maksimum USD 200 ribu alias Rp. 3.1 milyar…. padahal pemain asing ini paling banyak berperan alias gendong… paling banyak jadi top scorer namun gaji nya lebih kecil dari pemain lokal …!!! Kalau sudah gini… tentu pemain asing ataupun Asia… hanya akan sekedar menambah CV doang… setelah memperkuat 1 – 2 tahun… langsung hengkang …!!!
Pemain Asing atau Asia mau berkecimpung di V-League selain memperbaiki CV alias pengalaman… juga sebagai ajang promosi …!!! Lihat saza Mega,… hampir dunia bola volley dibikin heboh… dan ketika Mega balik ke Pro Liga… banyak yang mau ke Pro Liga untuk penasaran duel dengan Mega …!!! So … kalau mau maju kompetisi liga di suatu negara… maka harus berani mengambil pemain top dunia… soal price biarkan dengan supply vs demand … hal ini agar terbentuk profesionalisme yang bagus… dan akhirnya semua pemain akan belajar untuk menjadi profesional …!!! Last,… semoga kompetisi liga kedepannya akan semakin hebat …!!! Ciaooo 😀
Leave a Reply