









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… kalau melihat angka penjualan nasional … di Q1-2024 terlihat total penjualan motor Indonesia mencapai 1.73 juta unit… angka ini lebih rendah sekitar 4.8% dibandingkan periode yang sama di tahun 2023 …!!! Yaaagh ini fakta juga … dan ini sudah mulai ‘terendus’ ketika sejak Q4-2023 penjualan menurun dibandingkan periode yang sama di tahun 2022 …!!!
Miris memang… namun fakta nya begitu… penjualan di tiap bulan pun menurun… di bulan Januari 2024 menurun secara year-on-year sekitar 3.7%, kemudian di bulan Februari 2024 juga menurun sekitar 2.9% dan di bulan Maret 2024 juga menurun sekitar 7.8% …!!! Pengaruh rangka eSAF sebenernya sudah mulai terjadi di bulan September 2023 … dan ini berdampak pula pada penjualan nasional …!!!
Lihat saza penjualan motor secara nasional di bulan September 2023 menurun secara year-on-year sekitar 0.8% … mungkin ini belum terkena ‘snow ball’ effect …!!! Namun di bulan selanjutnya yaitu Oktober 2023 langsung menurun 3.9%, di bulan November 2023 juga menurun 2.7% dan di bulan Desember 2023 lebih dalam lagi penurunannya yaitu 11.6% …!!! Lhooo itu khan penjualan wholesales …???
Benar… justru dengan indikator wholesales tersebut… dapat mengindikasikan bahwa terjadi ‘bottleneck’ di penjualan retail… sehingga gudang di dealer sudah gak dapat nampung lagiii …!!! So ini perlu dicermati… karena jangan sampe dealer mengalami kesulitan cash flow… dalam artian di gudang menumpuk barang… gak bisa dijual… capital mati… gara-gara demand berkurang… yang disebabkan product menggunakan rangka eSAF yang mudah keropos …!!! Last,… monggo deegh pabrikan yang mengetahui secara detail… untuk direnungken… bagaimana solusi terbaiknya … betoeeel …??? Ciaooo 😀
Molis ada pengaruh gak om?
Sama kecenderungan gen z lebih memilih healing2 drpd beli motor baru?
Kayaknya semua ritel sepanjang Q1 2024 turun drastis deh,
coba tanya2 aja ke pelaku usaha lain terutama utk februari kemarin, parah, bukan cuma tenant kelas menengah keatas lho, bahkan kelas warteg juga jatuh.
dari yg ane lihat sih bisa turun lebih dari 10 persen yoy.
jadi imo gak ada hubungan ke esaf
Mobil apalagi malah turun banyak