









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… menarik untuk dicermati setelah viralnya rangka eSAF yang keropos bin tugeeel… berikutnya mulai viral di berbagai forum media sosial tentang kejadian rem blong pada skutik Honda …!!! Sebelumnya kejadian skutik Honda di jalur gotekan,… naaagh berikutnya ada kejadian Honda Beat yang mengalami rem blong di jalur Panelokan, Kintamani Bali …!!!
Jujurly masalah rem blong ini agak beda dibandingkan dengan rangka eSAF … dimana kalau rangka eSAF ini, memang unsur pabrikan lebih berperan… mengingat soal rangka dimana-mana … bisa dikatakan ‘free maintenance’ … jadi kalau ada yang bilang rangka harus dirawat itu (seperti dicontohkan harus dibongkar body, dicuci rangkanya etc.) … itu ‘sulit banget’ diterima akal sehat …!!! Belum lagi kalau mau ganti rangka… proses nya bisa dibilang ‘ribet’ … jadi faktor kualitas rangka bagi konsumen… gak bisa ditawar …!!!
Naaagh kalau masalah rem blong… harus dilihat faktor penyebabnya seperti apa …??? Misalnya sudah tahu kanvas rem nya sudah ada tanda-tanda ‘aus’ … misalnya rem depan kok gak langsung ‘pakem’ … yaaagh harus cepat-cepat diganti kanvas rem nya …!!! Demikian juga misalnya konsumen melakukan penggantian minyak rem… yang masang misalnya gak buang ‘angin’ dulu… bisa-bisa gak pakem … atau bisa terjadi selang rem nya bocor atau bisa juga kualitas kanvas rem nya yang kurang bagus / cepat habis etc …!!! So berbagai kemungkinan bisa saza terjadi… so disini memang peranan konsumen lebih berperan …!!! So case rem blong ini agak berbeda dengan case rangka eSAF …!!!
Pengalaman juragan bawa motor skutik… ntaaagh itu merk Yamaha, Honda, Suzuki … ketika ada tanda-tanda rem kurang pakem… alias biasanya pakem… namun sekarang kok misalnya harus menekan tuas rem lebih daleeem… naaagh disitu ‘naluri’ bikerz harus langsung hati-hati ….!!! Gak berani main ‘pethakilan’ tempel banter-banteran dengan motor lain dibelakang … !!! Bahkan ketika merasa rem nya misalnya kurang bagus… langsung ganti aza misalnya dengan rem brembo … so intinya ‘kendali’ lebih pada konsumen …!!! Tentu dengan asumsi bahwa parts remnya kualitasnya normal …!!! Last,… mudah-mudahan konsumen juga melakukan check dan re-check apalagi ini rem merupakan parts yang vital banget… betoeeel …??? Ciaooo 😀
Betul sekali. Kampas rem cakran jika tidak segera diganti jika sudah habis akan memakan piringan cakram sehingga baret & tidak rata lagi, sehingga jika dipasang kampas baru kualitas pengereman kurang maksimal.
Ini sebenarnya berkaitan dengan tekhnologi yang mereka usung yang mereka banga2 kan dengan gimmic technologi yang safety dan nyaman. Yaitu rem CBS , menyaru istilah ABS .
Dan parahnya para salesnya dulu bilang kalau CBS itu setara ABS ..wkwkwkwkwk , dikiranya sama hanya beda nama pabrikan .
Padahal secara tehnis beda jauh.
Dan konsumen yg kebanyakan fanatik dengan merk inipun percaya .
Padahal kegunaan rem depan dan belakang itu beda , dan kapasitas kekuatan kombinasinya pun berbeda2 menyesuaikan kebutuhan terhadap kontur jalan dan cara berkendara .
Intinya sebenarnya ini gak aman . Karena rem depan dan belakang bersamaan bergeraknya walau tingkat kekuatan beda.
Tidak semua pada kondisi jalan akan aman bila kita ngeremnya bersamaan . Apalagi jalan menurun yang panjang . Tentu saja akan panas bersamaan dan berakibat blong .