









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… tentu bisa dikatakan strategy communication bagi pabrikan Yamaha lebih ‘hebat’ ketimbang pabrikan Honda … jujur saza kalau menganalisa di berbagai media sosial… pabrikan Honda begitu ‘kecolongan’ … apalagi dari penggiat media sosial berbasis cuan… !!! Lhooo kok … dasar nya apa kok bisa dikatakan pabrikan Yamaha lebih ‘hebat’ dari sisi strategy communication …???
Semua orang tahu laaagh… ketika penggiat media sosial berbasis cuan… sama sekali tidak membahas tentang rangka eSAF… alias tiarap… sudah tahu laaagh bahwa penggiat media sosial berbasis cuan itu… merupakan kepanjangan tangan pabrikan Honda… gampangnya ikut juga sebagai ‘sales’ pabrikan Honda… atau gampangnya disebut ‘pre-sales’ … betoeeel …??? Naaagh sebagai pre-sales… yaaagh harus fokus ke jualannya… jadi wajar kalau gak memberitakan tentang rangka eSAF… lha wong pre-sales Honda kok …!!!
Namun sebelum Yamaha Lexi 155 launching… waaagh pre-sales ini malah bikin berita tentang spy-shot laaagh… akan launching laaagh… engine 155 cc laaagh etc …!!! Yang bikin ‘ngakak ora uwis-uwis’ itu… jelas-jelas ada yang tidak diundang oleh pabrikan Yamaha… malah mau menurunkan berita tentang Yamaha Lexi 155 …!!! Lhaaa … jelas-jelas gak dapat cuan… tapi mau tulis berita… ini khan ‘low cost high impact’ banget … hebat gak tugh strategy pabrikan Yamaha …???
Belum lagiiii… yang diundang dalam peluncuran… penggiat media sosial berbasis cuan… menulis beritanya ‘bagus-bagus’ semuaaa… !!! So dalam kondisi Honda Vario 160 masih punya masalah dengan rangka eSAF … lhaaa ini khan namanya pre-sales… merekomendasikan merk sebelah … ntaaagh secara tidak langsung atau langsung… !!! Lhaaa product Honda Vario 160 sama aza ditinggalin… ini sama aza pre-sales ‘ngerjain’ pabrikan Honda …!!!
Coba… dibandingkan … jika penggiat media sosial berbasis cuan… ‘seandainya’ tidak menulis tentang Yamaha Lexi 155… so setidaknya konsumen gak akan menemukan informasi dengan mudah … so disini yang disebutkan strategy pabrikan Honda tentang communcation gak canggih …!!! Memang bisa …??? Yaaagh kontrak tinggal kesepakatan para pihak… tinggal mau nya apa ditulis aza… ‘senjata’ bagi pabrikan akan kuat… karena ada unsur cuan… !!! Tinggal masukin.. selama ikatan kontrak… tidak boleh menulis brand apapun di segment 250cc kebawah… selesai persoalan …!!! Last,… monggo direnungken… kira-kira canggih mana strategy communication antara pabrikan Honda vs Yamaha… monggo ditulis di kolom komentar… !!! Ciaooo 😀
lexi 155 ini menurut saya akan lebih laku dibanding lexi 125. Idealnya yg tipe teringgi harusnya sdh pakai rem belakang cakram, syukur bannya 1 tingkat lebih besar
Kocak. Jarang ada orang pilih yg lbh tinggi. Paling tipe bawah atau tengah. Tipe paling tinggi cuma sekedar pelengkap.
Saya heran kenapa banyak yg mendambakan rem cakram belakang di matic cc kecil yg bukan sport?
Keuntungannya apa pakai cakram belakang di matic 150an cc ke bawah? Toh selama ini sudah diakui bahwa rem Yamaha itu pakem meski rem tromol sekalipun.
Dan ada satu keuntungan matic pakai rem tromol, yaitu masih bisa ada parking brake yg tombol lock-nya di stang kiri. Ini kepake banget lho kalau parkir motor di tempat yg miring / tidak rata.
Sepakat. Saya juga heran bebek mesin kecil tenaga kecil macam supra x 125 atau honda blade pake cakram belakang… Yamaha Scorpio yg bermesin 225 cc saja belakang pake tromol, dan nggak ada berita pengendara scorpio ndlosor gara-gara remnya tromol. Tapi yamaha akhirnya menuruti kemauan konsumen dgn memberi cakram belakang di jupiter MX gen 2.
Wkwkwkkwkwkkwkwk BARBAR.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bhuahahaha… bukan barbar… sekedar mengungkap apa adanya… mungkin gak sadarrr … 😀