









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… gegeran soal rangka eSAF, ada yang sedih, ada yang mringis, bahkan ada yang mengambil kesempatan… yaaagh ini laaagh bisnis … setiap kejadian akan ada response… baik response yang pahit maupun manis …!!! Sudah sekian lama, sudah semakin besar kemungkinan… tidak akan ada recall,… so disini akan diresponse baik oleh pabrikan maupun konsumen …!!!
So pada artikel ini kita akan bahas soal response dari sisi pabrikan… tentu dengan tidak adanya recall,… maka setidaknya sudah melakukan ‘soft landing’ … dalam artian gak keluar biaya yang ruaaar biasa besaaar …!!! Naaagh berikutnya adalah bagaimana memasarkan product-product rangka eSAF seperti Honda Beat, Honda Scoopy, Honda Genio, dan Honda Vario 160 …??? Hal ini menjadi tantangan tersendiri… karena konsumen sudah mempunyai persepsi mindset bahwa rangka eSAF itu adalah rangka gampang keropos bin tugeeel …!!!
Jadi dari sisi demand sudah akan berbeda… dibandingkan dengan demand sebelum viralnya di media sosial …!!! Naaagh ketika demand sudah menurun,… tentu jumlah motor yang berhasil dijual tentu semakin sulit …!!! Jadi tidak heran mulai banyak dealer-dealer Honda yang ngasih iming-iming… minyak goreng, DP semakin rendah, etc …!!! Naaagh demand yang rendah ini,… tentu akan mengganggu supply dari sisi produsen… karena akan banyak menumpuk di gudang pabrikan/dealer …!!!
Demikian pula nantinya akan terkait dengan cash flow… buat apa memproduksi banyak-banyak … kalau sulit atau gak berhasil dijual… bakalan ada ‘capital mati’ …!!! Toh pada prinsipnya memproduksi barang itu untuk dijual… kemudian ada profit… sehingga cuan terjaga … so ini suatu bisnis proses yang komprehensif …!!! Disini laaagh pentingnya rangka itu… rangka itu ibarat pondasi rumah… gak kelihatan memang… tapi kalau rungkad.. rungkad semua bangunan …!!! Last,… keadaan ‘survival mode’ ini akan terjadi sepanjang masih ada rangka model eSAF … betoeeel …??? Ciaaooo 😀
Maju kena mundur kena kata Warkop DKI
Soft landing = tidak tanggungjawab