









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… yaaagh ini laagh bisnis… jadi ada-ada aza yang bikin senyam-senyum… dimana terjadi kehebohan pada product Honda yang menggunakan rangka eSAF … yang banyak keropos dan patah… bahkan ada yang menjadi korban … sehingga memunculkan desakan untuk recall …!!! Memang recall tidak semudah itu… karena ada term and condition ketika terjadi ‘perikatan’ antara konsumen dan produsen …!!!
Naaagh ketika pabrikan Honda lagi mumeeet …. lhaaa pabrikan Suzuki yang bisa dikatakan ‘gurem’ … malah melakukan recall terhadap 3 productnya.. malah mendorong konsumen untuk ke bengkel resmi agar dilakukan penggantian …!!! Product yang direcall adalah (i) Suzuki Satria FU150MF produksi Jan 2016 – Feb 2017, dan Okt 2017 – Juni 2018, (ii) Suzuki GSX 150 Series untuk produksi Des 2016 – Maret 2018, dan (iii) Suzuki Address 110 produksi Okt 2014 – Agustus 2019) …!!!
Bayangin itu… produksi tahun 2014 yang sudah tuweeek aza berani dengan lantangnya untuk direcall… yaaagh ini bukti keseriusan pabrikan Suzuki bagi konsumen …!!! Padahal komponennya gak vital… seperti bolt engine mounting dan ignition switch untuk Suzuki GSX… kemudian cranshaft, switch starter untuk Suzuki Address … dan terakhir bearing clutch release, dan ignition switch untuk Suzuki Satria FU150 …!!!
Dari sisi marketing tentu langkah pabrikan Suzuki ini bisa diacungin jempol… karena sudah berani kasih layanan prima… padahal kalau melihat term and condition… mungkin sudah gak perlu recall… lha wong produksi tahun 2014 kok … masih-masih maunya di recall …!!! Namun sebagai bentuk ‘customer care’ … tentu ini bisa membuka mata bagi pabrikan lain …!!! Last,… so bagi konsumen tentu menjadi pertimbangan pemilihan motor Suzuki dimasa depan… lha wong berani kasih service tambahan dalam bentuk recall… betoeeel …??? Ciaooo 😀
Well done…
Kalo masalah recall atau garansi memang Suzuki nga perlu diragukan lagi…saya pernah ganti Shockbreaker depan Suzuki Inazuma 250 padahal sudah saya pakai satu tahun → free gretong…hanya tunggu satu mingguan langsung ditelpon sama beres