









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… waaaagh bener-bener nih perekonomian banyak negara sedang ‘gonjang-ganjing’ … bukan hanya Amerika Serikat, negara-negara Eropa, sekarang pun mulai merambah ke negara China …!!! Pertama terlihat bahwa inflation rate di bulan Juni 2023 (yoy) sebesar 0% … dan trend inflation rate nya menurun …!!! Inflation rate ini idealnya sebesar 2 – 3% … yang artinya masih tetap ada demand … dan pada case China… ini artinya terlihat kecenderungan demand menurun …!!! Dari mana kita bisa tahu tentang hal ini …???
Ini terlihat pada Producer Price rate yang mengalami trend penurunan, dan di bulan Juni 2023 sebesar -5.34% (yoy) … dan angka sebesar ini lebih buruk dibandingkan waktu terjadinya covid pandemic …. so ini berarti serius bukaaan …??? Disisi producer terpaksa memangkas hal ini, karena sudah demand menurun, harga jual terpaksa dipangkas… karena over supply dan harus bisa ‘survives’ … ditengah persaingan produsen yang sengit …!!!
Untuk meningkatkan demand agar perekonomian bergairah,… maka yang harus dilakukan adalah penurunan interest rate … dan hal ini terlihat pada Loan Prime Rate… dimana di bulan Juni 2023 ini tercatat sebesar 3.55% dan ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3.65% … jadi ada penurunan sekitar 10 basis point …!!! Kalau dilihat pun sudah sering terjadi penurunan interest rate… namun keadaaan juga gak menolong… dalam artian interest rate sudah diturunkan kok inflation rate malah menurun…. so ini memang cukup serius …!!!
Berikutnya juga terlihat exchange rate yang mengalami pelemahan, dimana Yuan mengalami depresiasi terhadap US Dollar … dimana di awal tahun sekitar 6.7 Yuan/Dollar… namun sekarang sudah mencapai 7.24 Yuan/Dollar …!!! Demikian juga dengan China Manufacturing PMI dimana di bulan Juni 2023 sekitar 49 … so artinya Manufacturing Index ini dibawah 50 … mengindikasikan adanya kontraksi … dan ini kembali cukup serius …!!!
Terlebih lagi adanya perang dagang antara Amerika Serikat vs China… naaagh ini tentu akan bikin runyam China juga… maklum China mengalami surplus yang gede secara trade balance… dimana China Surplus sekitar USD 404 milyar … so ini tentu ruaaar biasa …!!! Namun walaupun surplus Yuan mengalami depresiasi… so kembali ini juga anomali … dan terlihat pemerintah disana ingin menggenjot lagi pertumbuhan ekonomi …!!! Last,… dengan semakin banyaknya perekonomian berbagai negara tertekan… tentu perlu diantisipasi perekonomian Indonesia agar tetaaap dalam kondisi monceeer …!!! Ciaooo 😀
Leave a Reply