









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… terkadang strategy marketing suatu pabrikan dimana Marketing Mix 4Ps yaitu Product, Place, Price dan Promotion… terkadang gak sejalan … ibarat orang ingin berjalan ke utara, namun satu kaki ingin ke selatan… mata menengok ke timur… jadi ruweeet khan …??? Naaagh ini yang menarik terjadi pada product Honda Forza 250 … yuuuk kita analisa menurut teori ekonomi mikro …!!!
So… kalau berbicara komponen pertama yaitu Product… lupakan dulu soal harga… tentu kalau konsumen disuruh milih antara Honda Forza 250 atau Yamaha XMax 250 … bisa dikatakan bejaban alias 50:50 … lhooo apa alasannya …??? Sama-sama product Jepang… sama-sama skutik 250cc … hanya fitur yang berbeda… so masih debatable.. kalau berbicara preferensi konsumen …!!!
Berbicara place … dalam hal ini dealer / after sales servicenya sama-sama bagus antara pabrikan Yamaha dan Honda …!!! Naaagh masuk ke Price… disini persoalannya … hargany beda jauh … sekitar Rp. 24 jeti…!!! Ini sudah berbicara budget constraint… so secara teori ekonomi.. jika semua saza (cateris paribus) … maka tentu semakin murah harganya demand akan semakin meningkat …!!! Dan perbedaan harganya signifikan sehingga tentu terjadi price elasticity… ini yang membuat indifferent curve berbeda antara kedua product … so disisi ini tentu Yamaha XMax 250 diuntungkan ….!!!
Terus bagaimana ketika 3Ps terjadi… Promotion malah lebaaay… yang dihadapi adalah konsumen yang kritis… lihat saza bagaimana discount besar atau sales langsung mengundang konsumen membludak …!!! Promotion yang lebay diharapkan dapat menutup ‘gap’ harga … so disini maksud para ‘buzzer’ itu ingin menciptakan product Honda Forza 250 yang kalah secara pricing… productnya diperlakukan sebagai veblen goods …!!! Tentu akan sulit dibuat menjadi veblen goods… beda case nya dengan Italjet Dragster 200 … dari sisi suspensi depan beda, design beda, design beda… dan productnya dari Italy …!!!
So disini ‘buzzer’ yang gak memahami tentang marketing ini… malah membuat marketing product Honda tersebut kontra produktif … semacam ada upaya ‘pembodohan otomotif’ … ujung-ujungnya persepsi konsumen menjadi negatif… dan hasilnya penjualan product tersebut pun gak akan bisa mengalahkan product kompetitor …!!! Disini laaagh perlunya mencari root cause analysis … dan menyelesaikannya …!!! Last,… memang soal marketing ini pelik… gak bisa langsung digebyaaah uyaaah… betoeeel …??? Ciaooo 😀
ralat dikit, aftersales H tidak bagus, coba deh adu ketersediaan sparepart, 90% pasti punya Y lebih mudah dan cepat didapat 😀