









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… seperti sudah diduga memang persoalan yang dihadapi oleh Marc Marquez begitu kompleks… pertama tentu impact dari cidera akan mempengaruhi style ridingnya, kemudian dari sisi motor juga … belum pas banget antara sasis dengan power engine… dan terakhir sering nya ndlosooor mempengaruhi dari sisi mental Marquez …!!!
Ketika di babak Free Practice FP1 gagal masuk ke 10 besar… tentu kesempatan terakhir berada di babak Free Practice FP2 ….!!! Banyak sekali Marquez berusaha mengeluarkan jurus kintilan… dari mengintili Bagnaia, kemudian Vinales … dan masih banyak pembalap lainnya …!!! Namun memang kelemahan di sektor T3 dan T4 .. gak bisa ditutupi… maklum ini tikungan banyak tikungan kanan …!!!
Catatan waktu terbaik Marquez pada FP2 yaitu 1’33.485 detik … padahal untuk dapat tiket Q2 atau berada di posisi ke-10 yang ditempati Alex Marquez… maka harus dapat catatan waktu lebih cepat dari 1’32.581 detik … atau harus lebih cepat 0.904 detik … lumayan sulit khususnya untuk menaklukkan T3 dan T4 …!!! Sewaktu ada kesempatan mengkintili Vinales… sudah benar strategy nya …!!!
Namun kembali motto ‘catch me if you can’ menjadi berlaku… namun kembali di tikungan T3 … tikungan ke arah kanan… terlihat grip ban depan kurang … dan Marquez terus berusaha nikung lebih dalam… dan throttle ditambah … akhirnya ndlosooor …!!! Kejadian ini di menit-menit terakhir… jadi sulit bagi Marquez untuk dapat tiket Q2 …!!! Naaagh di babak Q1 nanti… Marquez akan menghadapi Zarco, Oliveira, dan Fernandez … so disini gak gampang juga …!!! Last,… kita ikuti apakah Marquez bisa masuk ke Q2 … atau terpaksa strategy dapat posisi di depan jadi ambyaaar …??? Ciaooo 😀
Dan berlanjut ke qualifikasi . Niat hati towing tapi mata meleng . Gubrak . Jatuh sendiri nabrak pembalap didepanya .
Wkwkwkwwkkw ……
Senang sekali liat orang kemaruk , keras kepala gara2 gengsi , terlanjur malu , akhirnya ditebel2in muka . Sekali jatuh , jatuh terus , bukanya kapok tiap emang sengaja mencari potensi jatuh . Biar dikira kuat , biar dikira terus berusaha melebihi limit .
Padahal , kalau kita mau mikir , namanya pemabalap cerdas profesional.itu tau batas maksimal potensi , bukan maksa . Menang gak harus podium 1 terus .
Ya inilah gambaran orang panik dan kalut .
Sebanyak apapun pembelaanya entah dari pembalap atay para fans fanatik , fix , mark Bodoh n konyol