









Alhamdulillahil qowiyyi sulthonuh, … al-wadlihi burhanuh, … al-mabsuthi fil wujudi karomuhu wa ihsanuh, … Ta’ala majduhu wa adhuma syanuh.
Allahumma shalli ala Sayyidina Muhammad, Shalata ahlis samawati wal ardhina alaihi, adada ma indallahi min al-adad fi kulli lamhati ainin, minal azali ilal abad …… amma ba’du …!!!
Mari kita dalami Qs. Yusuf ayat 15 sbb :
فَلَمَّا ذَهَبُوا بِهِ وَأَجْمَعُوا أَنْ يَجْعَلُوهُ فِي غَيَابَتِ الْجُبِّ ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُمْ بِأَمْرِهِمْ هَٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
fa lammaa żahabuu bihii wa ajma’uuu ay yaj’aluuhu fii ghoyaabatil-jubb, wa auḥainaaa ilaihi latunabbi`annahum bi`amrihim haażaa wa hum laa yasy’uruun
Artinya :
Maka ketika mereka membawanya dan sepakat memasukkan ke dasar sumur, Kami wahyukan kepadanya, “Engkau kelak pasti akan menceritakan perbuatan ini kepada mereka, sedang mereka tidak menyadari.”
Kemudian pada ‘fa lammaa żahabuu bihii’ yang berarti maka ketika mereka membawanya… disini tidak dilengkapi pernyataan-Nya …!!! Al-Quran sering menggantung perkataan, frasa atau rincian …!!! Para ulama menganggap hal itu sebagai balagah atau seni beretorika dalam bahasa Arab …!!!
Pada ‘wa ajma’uuu ay yaj’aluuhu fii ghoyaabatil-jubb,’ … dan sepakat memasukkan ke dasar sumur … tentu tidak terbayang bagi Nabi Yusuf a.s, ketika diawal bersenang-senang untuk bermain, kemudian harus menghadapi dirinya dilempar ke dasar sumur oleh kakak-kakaknya …!!!
Selanjutnya pada ‘wa auḥainaaa ilaihi latunabbi`annahum bi`amrihim haażaa wa hum laa yasy’uruun’ … tentu Nabi Yusuf a.s, masih kecil, ada kebingungan, ketakutan dalam situasi seperti ini …!!! Allah mewahyukan kepada Nabi Yusuf a.s, … “Engkau kelak pasti akan menceritakan perbuatan ini kepada mereka, sedang mereka tidak menyadari.” …!!! Melalui Qs. Yusuf ini, Allah SWT mengingatkan kepada Rasulullah SAW dan kita semua bahwa “Sesungguhnya, beserta kesulitan ada kemudahan” (Qs. Al-Insyiraah : 5) …!!!
Berbicara soal wahyu, terdapat 3 (tiga) jenis wahyu yang disebut dalam Al-Quran, yaitu (i) wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada makhluk, selain manusia, misalnya kepada lebah sebagaimana Qs. An-Nahl : 68, kemudian (ii) wahyu yang diberikan kepada para Nabi melalui perantara (malaikat) sebagaimana Qs. Asy-Syura : 51, dan (iii) wahyu satu tingkat dibawah para Nabi yaitu ilham, yaitu suara bathin atau pikiran seseorang dan mereka mengetahui bahwa itu dari Allah SWT, contohnya ilham paling terkenal diturunkan pada ibunya Nabi Musa as, sebagaimana Qs. Al-Qashash : 7 …!!!
Demikian artikel singkat ini… semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita semua. Wallahu muwafig ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… !!!
Leave a Reply