









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… soal fitur memang menjadi pilihan pabrikan… mau dibikin keren habis-habisan kalau akhirnya harga selangit buat apa …??? Kecuali product itu merupakan veblen goods … seperti Italjet Dragster mungkin lain cerita …!!! Konsep pertimbangan ini terlihat pada product Yamaha Grand Filano… coz sadar banget soal retro beginian… Yamaha adalah Yamaha … bukan Vespa atau Piaggio …!!!
Jadi kalau dilihat fitur nya memang… kalau sekalian pembenahan bisa sekaligus kenapa gak …??? Namun kalau khusus fitur tertentu namun nambah biaya buat apa …??? So case nya tentang fitur rem… so terlihat masih bersifat ‘basic’ … dimana rem depan menggunakan cakram .. .sedangkan rem belakang menggunakan tromol …!!!
So coba saja lihat dengan product sejenis yang punya displacement 110 – 125cc … bagaimana konfigurasi rem nya …??? Vespa type LX, S yang punya displacement 125cc … sami mawon… rem depan cakram dan belakang tromol …!!! Bahkan Vespa Primavera dan Sprint saza yang punya displacement 155cc … juga menggunakan rem depan cakram dan rem belakang tromol …!!!
Demikian juga scotter retro lain seperti Honda Scoopy yang punya displacement 110cc … rem nya sami mawon… cakram dan tromol secara konfigurasinya …!!! Apalagi engine nya cuma 125cc … dan konsumen juga gak terlalu mempersoalkan… mau berapa sih larinya dengan 125cc …??? Apalagi ini scooter retro … yang ingin nya jalan alon-alon… menjadi pusat perhatian… betoeeel …??? Naaagh disini … taktik pabrikan Yamaha… mana-mana fitur yang menggunakan taktik ‘clinch’ (dalam bertinju red.)… mana-mana fitur yang ‘nabokin’ lawan seperti design Italian style, panel indicator etc …!!! Last,… kalau soal rem relatif imbang … gak terlalu dapat diperbandingkan dengan para kompetitor … setuju opo oraaa …??? Ciaooo 😀
Leave a Reply