









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… tidak dapat dipungkiri bahwa MotoGP tidak hanya sekedar ajang motorsportz … disini juga ada ajang bisnis … khususnya bagi Dorna …!!! Yaaagh kalau gak ada cuan,… tentu ngapain sudah capek-capek menyelenggarakan race di berbagai negara … berbagai liputan dari media etc …!!! Naaagh ternyata tanpa kehadiran Rossi… akhirnya fakta terungkap bahwa penonton mulai sepi alias anjlok yang nonton …!!!
Bayangkan ketika di tahun 2019, ketika Rossi masih turun, walaupun gak bisa juara… penonton di Mugello tercatat 139 ribu penonton pada saat weekend… namun di tahun 2022 ketika sudah gak bebas gak ada covid… penonton hanya sekitar 74 ribu orang… so ini nyaris anjlok 50% …!!! Lhooo ini mungkin cuma di Italy aza neeeeh… coba di negara lain gimana ???
Sami mawooon… ketika main di Catalunya, Spanyol… pada saat weed end tercatat 158 ribu penonton di tahun 2019 … namun apa yang terjadi di tahun 2022 …??? Hanya sekitar 115 ribu penonton atau berkurang sekitar 40-an rebu atau 25% anjlok …!!! Naaagh keadaan diperparah ketika Marc Marquez juga cidera… so kembali ini memukul bisnis MotoGP … !!! Apalagi ditambah rider Honda pasca tahun 2019… kebanyakan ngaplooo… jadi sudah pada males nonton… Rossi gak ada, Marquez sakit-sakitan, Honda membleee lageeee … runyam sudah …!!! Last,… memang Dorna harus bikin strategy sehingga tontonan MotoGP semakin menarik … betoeeel …??? Ciaooo 😀
1.Kalau tdk ada pembalap “antagonis” yg datang dan membuat perbedaan saat ini ..kemungkinan motogp makin redup..krn tdk.ada pembalap yg “antagonis” menjadi idola baru
2.Pabrikan Eropa mulai sombong padahal setelah 15tahun baru menang lg dan mulai mengkritik pabrikan jepang yg old school/lambat inovasi dan terkesan follower .
jepang beda budaya dgn eropa yg masih memikirkan tehnologi motogp untuk masa depan produksi massal nya krn tehnologi saat ini sepertinya kurang / tdk ada yg dpt segera bisa di aplikasikan ke produk massal
3.Sepertinya pabrikan jepang masih mikir motigp dengan bisnis ” juara/menang di hari minggu dan jual di hari senin”
Tp nyatanya sdh tdk relevan lagi menang di motogp pun tdk bisa menaikan sales dan image moto juara/ balap yg akhirnya mending mundur untuk invest ke project product masa depan.
diperparah juara dunia nya kalo besok2 motor Eropa terus, bakal tambah mengkeret fans motogp, karena motor Jepang lebih banyak pemakainya, otomatis fans merk Jepang di motogp juga lebih jauh banyak, sekedar punya R15 ato CBR150 sudah bisa ngefans sama VR ato MM, dibanding harus beli misalnya Ducati Monster 795 (Ducati termurah) utk sekedar bisa ngefans (dengan lebih emosional karena mempunyai motornya juga) FB ato EB