









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… sebagaimana yang diketahui bahwa kurang monceeer nya penjualan skutik elektrik… salah satu nya adalah harganya yang mahal …!!! So,… kaum mendang-mending… berhitung dengan selisih yang lumayan,… untuk beli minyak tentu masih bejaban motor bahan bakar minyak… ketimbang motor electric …!!! Yaaagh boleh laaagh kalau mau pake asumsi dan reason itu … sah-sah saza … karena asumsinya adalah harga …!!!
Naaagh bagaimana kalau ada subsidi… kabarnya ada subsidi sekitar Rp. 6.5 jeti yang akan terjadi di tahun 2023… waaagh asumsi diatas bakalan ambroool … seperti celengan ambroool …!!! Tentu harganya dalam hal ini… cost yang dikeluarkan konsumen akan terjadi pengurangan atau cost reduction Rp. 6.5 jeti… waaaagh kalau gini tentu lain lagi hitungannya …!!!
Misalnya saza motor Gesits yang dibanderol Rp. 28.7 jeti… jika terjadi subsidi tentu harganya bisa sekitar Rp. 22-an jeti… lhooo ini beda sudah secara analisa price fitur rasio …!!! Tentu bagi segment konsumen yang memilih ekonomis… motor glinding gak nek0-neko… apalagi untuk ojek online… waaagh turunnya harga ini tentu bisa jadi pertimbangan …!!!
So… kalau begini kira-kira segment mana yang akan terkena …??? Yup,… skutik segment 110 – 125cc yang akan kena dampak …!!! So disini motor dari Honda dan Yamaha… serta model Suzuki Avenis tentu akan kena dampak …!!! Lha wong harganya murah… gak beli bahan bakar lagi… so tinggal colok ke listrik dan relatif listrik masih murah ….!!! Memang the most important things adalah mindset … bahwa skutik listrik tidak lagi mahal… so ini yang akan dikejar …!!! Last,… kita tunggu saza persis nya dalam bentuk apa nanti subsidi … di tahun 2023 … so stay tuned …!!! Ciaooo 😀
Kemungkinan akan ada lonjakan diawal,
tapi biasanya user kendaraan listrik akan berpikir ulang utk membeli kendaraan listrik lagi.
balik ke motor bensin
saya sudah pakai motor listrik sekitar tahun 2006 atau 2007 , kecepatan maksimal 45 km/jam kalau sendiri , kalau boncengan hanya 35 km/j.
baterai awal bisa 60 km sekali cas, tapi perlahan menurun. hanya 40 an km .
bener bener kapok , karena terlalu lama waktu nge cas nya , dan pemakaian hanya sebentar,
sampai sekarang masih ada unit nya , tapi ga di belikan baterai yg sudah Soak.
kalau bisa kecepatan 80 km/j
pemakaian bisa 150 km sekali cas mungkin di pertimbangkan , dengan catatan harga nya mirip motor entry level
Di negara maju stasiun umum pengisian batere mobil listrik masih jadi kendala, juga daya tahan kendaraan listrik masih jauh di bawah kendaraan bbm. Dan konsumen banyak balik lagi ke kendaraan bbm.
Kalau di sini kendaraan listrik dengan iming-iming go green malah jadi mainan para begundal begal uang rakyat.