









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… lanjut lagi kita bahas, dimana sebelumnya telah dibahas penyebab stagflasi adalah supply shock …!!! Naaagh berikutnya penyebab stagflasi adalah poor economic policy … dimana kebijakan yang diambil mengakibatkan perekonomian rentan mengalami stagflasi …!!! Misalnya kebijakan ekonomi yang ‘mematikan’ industri di dalam negeri… misalnya menaikkan import… dan kondisi utang luar negeri yang terus meningkat… dalam waktu yang bersamaan menaikkan money supply alias cetak duit… !!!
So tentu dengan poor economic policy, kondisi ini rawan terjadi stagflasi… contohnya Sri Langka yang mengalami inflasi 39% di bulan Mei 2022, dan economic growth diprediksi sekitar 1% di tahun 2022 ini… dan unemployment rate sekitar 5.1% …!!! So Sri Langka sudah akan mengalami kesulitan ketika bagaimana mengatasi tanda-tanda stagflasi ini… karena memang kebijakan ekonomi nya yang jelek … yaitu pengeluaran pemerintah dari pendapatan, kemudian import lebih tinggi dibandingkan produksi dalam negeri, utang luar negeri yang cepat bertambah tercatat Debt-to-GDP rationya sekitar 119% …!!!
Contoh lain lagi sebenernya sudah lama terjadi di tahun 1970-an di Amerika Serikat, ketika waktu itu tahun 1973 OPEC mengeluarkan embargo terhadap negara-negara barat, sehingga harga minyak melambung tinggi … dan ini mendorong stagflasi … so kembali ketika terjadi supply shock atau poor economic policy… muncul laaagh potensi Stagflasi ini … !!! So memang untuk mengatasi Stagflasi ini mungkin harus berbagai macam kebijakan tidak hanya dari sisi moneter saza… tapi juga kebijakan fiskal, dan kebijakan di sektor riil …!!! Last,… demikian penjelasan yang dapat diberikan mudah-mudahan menambah pengetahuan kita semuaaaa … Amiiin… !!! Ciaooo 😀
Leave a Reply