









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… semakin jelas terlihat bagaimana Marc Marquez melakukan strategy ketika membalap pasca cidera khususnya pada gelaran musim 2022 ini …!!! Marc Marquez mempunyai target pertama adalah mendapatkan tiket Q2 … baginya ini penting karena kalau terlempar ke Q1 … akan sulit banyak pembalap yang lebih cepat untuk siap ngambil jatah 2 pembalap tercepat untuk mendapatkan tiket Q2 …!!!
Kemudian Marquez menyadari ia sudah gak bisa balap seperti dulu lagi… jadi ia butuh pembalap untuk kintilan …!!! Case pada FP3 … ia langsung ngikutin Quartararo … jadi ia butuh pembalap yang ‘ngajarin racing line’ …!!! Bagi Marquez ini lebih mudah… yang penting sepanjang bisa tempel maka posisinya akan ‘aman’ dan tiket Q2 terdapatkan… so ketika FP3 ia bisa tembus 1’30.xxx detik … bahkan 2 kali dapat tembus… kalau sendirian gak mungkin ia bisa tembus segitu …!!!
So berikutnya ketika sudah sampai Q2 … ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk berada di row terdepan … dan kembali strategy kintilan ini penting bagi Marquez …!!! Posisi terbaiknya adalah di posisi ke-3 sewaktu Q2 di Qatar ….!!! Sebagai ‘Master of Kintilan’ ia langsung mengintili Bagnaia … jadi ia fokus bagaimana tempel terus Bagnaia… dan betul ia memperoleh catatan waktu lebih cepat… 1’53.283 detik.. .sedangkan Bagnaia memperoleh 1’53.411 detik …!!! Marquez berada di posisi ke-3 sedangkan Bagnaia di posisi ke-9 …. sukses menjalankan misi Q2 … persoalan Bagnaia dianggap sebagai ‘korban kintilan’ itu urusan lain …. begitu pertimbangan Marquez …!!!
Berikutnya ketika race … ketika ia kalah dari pembalap dibawahnya pada Q2 … itu sudah hal lain …!!! Lihat ketika di Qatar… ia posisi ke-3 starting grid,… namun kalah dibandingkan Brad Binder, Pol Espargaro, Aleix Espargaro yang posisinya dibawah dirinya … ini urusan lain …!!! Yang penting ia bisa bertahan setidaknya di posisi ke-5 s/d ke-6 …!!! Target dirinya adalah ia masih yang teratas dibandingkan pembalap Honda lain… sekaligus mengamankan kontrak nya sampai tahun 2024 … coz ia termasuk yang dibayar mahal …!!!
Persoalan tentu akan semakin ruweeet karena Marc Marquez ini membawa brand Repsol Honda… so ketika komentator menyebut Marquez mencari ‘victim’ dari jurus kintilan nya … so arti nya victim alias korban ini mengandung makna yang negatif …!!! Ditambah lagi ia belum pernah naik ke podium… komplit sudah …!!! Ketika mem-blame motor nya kurang ini laaagh, kurang itu laaagh… terlihat performa motor lebih baik dibandingkan tahun 2019 ketika ia jaya-jayanya …!!! Last,… yang perlu ditunggu adalah sampai kapan strategy ini bisa berhasil… apakah ia akan terus memperkuat Honda sampai dengan tahun 2024 … dengan banyaknya komentar miring… so shifting persoalan pada motor dan brand … yaaagh kita tunggu saza …!!! Ciaooo 😀
Cocoklah jadi brand ambassador balsem Remasol, si MM pembalap Repsol Honda jatuh terkilir lalu diurut pakai Balsem Remasol dan bisa lanjut balapan lagi, jatuh lagi, dan terus begitu jatuh bangun, akhirnya dia memutuskan jadi member urut Cimande di hari pensiunnya.
” kalau sudah tak bisa juara dalam balapan , kalau aku si lebih baik dirumah saja nonton balapan di tv “…..
” Dalam balapan Pilihanku cuma ada 2 , juara atau jatuh. ..” …..
Kata2 diatas ini aku lupa , siapa yang ngomong ….
yaaaagh… mungkin dengan segala kondisi Marquez… itu yang terbaik… nek ora balapan terus diputus oleh Marquez… iso-iso kena denda karena wan prestasi gak mau ‘narik’ sampai tahun 2024 … piyeee jaaal …??? jadi kalau posisinya terbaik diantara pembalap honda yaa bagus… setidaknya kalau diseneniiii yooo pembalap lain duluan… yaa thooo …??? Jiaaan pinteeeng arek iki 😀