









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… terkadang ketika kita beri masukan dan kalah dari yang lain… mirip seperti kita katakan itu ‘hitam’ … namun yang lainnya katakan itu ‘putih’ … dan karena banyak yang bilang ‘putih’ … akhirnya dianggap yang ‘putih’ yang benar …!!! Padahal ‘hitam’ adalah ‘hitam’ … dan akhirnya hanya waktu yang bisa menjawab… dan ketika waktunya tiba… sudah too lateee … dan yang bilang ‘putih’ … sudah pura-pura amnesia dan ciaaooo gitu saza …!!!
Mirip kejadian hal ini pada pabrikan Suzuki … sudah diberikan masukan… product harus tambah fitur ini itu … namun lebih mendengar yang lainnya… !!! So kejadian ini mirip dengan pabrikan Yamaha… ketika itu susaaah minta ampun ketika diberi masukan … untuk menambah sekedar side stand switch pada Yamaha Mio …!!! Belajar pada hal itu… pabrikan Yamaha gak mau kalah dibandingkan pabrikan Honda… berbagai fitur dimasukkan… dan perlahan masih bisa exist… dan bahkan unggul di beberapa segment …!!!
Pabrikan Suzuki lebih memilih mendengar dari berbagai influencer… mungkin kurang memahami terkait market …!!! Apalagi pendekatan yang dipilih adalah cost leadership … alias bermain di harga murah… gak usah banyak fitur… so pendekatan ini mirip yang digunakan motor-motor India … ketika ekspansi ke Indonesia …!!! So apa yang terjadi …???
Betuuul… product Suzuki ekspansi terbesar di India, kemudian di China… baru laaagh negara lainnya …!!! Di India pada FY2020, terjual sekitar 557 ribu unit … dan di China terjual sekitar 374 ribu unit… sedangkan di Indonesia … di tahun 2021 yang lalu hanya 18 ribu unit …!!! Mayoritas hampir 51% penjualannya adalah Suzuki Satria FU150, kemudian Suzuki Nex II sekitar 29% dan Suzuki GSX-150 sekitar 18% …!!!
Ketika masuk Suzuki Gixxer SF 250 …. dalam jumlah gak banyak (sekitar 50 unit) … dan ludes sudah diblow-up gede-gedean oleh para influencer… agar pabrikan menjadi ‘nina bobo’ … pendekatan ‘asal bapak senang’ … dan gak bisa mengalahkan para kompetitor …!!! Padahal yang dibilang murah tersebut… di India lebih murah lagi harganya sekitar INR 195 ribu … atau equvalen Rp. 37 jeti …!!!
So… konsumen Indonesia bisa dikatakan aliran ‘mending’ … sangat pintar kalau diajarin soal value …!!! So… makanya pabrikan yang sukses itu yang punya strategi differensiasi … bukan cost leadership …!!! Kalau soal cost leadership dianuut… mungkin product motor China sudah merajai… kok gak bisa merajai segment motor Indonesia… ??? Yup… karena mindset nya beda… kalau harga murah… motor asal gelinding… ngumpul konco… isiiiin … makjleeeb… kuapoook …!!!
Tentu ketika sudah memilih strategy cost leadership… tidak mau mendengar masukan tentang value… lebih ‘ternina bobo kan’ … dengan cara cepat dan terpengaruh influencer… yaaagh akhirnya market akan semakin menjauh …!!! Akhirnya hanya ada penyesalan… dan angka dan fakta muncul …!!! Sekarang tentu soal cabutnya di MotoGP… jika sudah penjualan dibawah 10 ribu unit… siap-siap aza tutup dan hengkang dari Indonesia …!!! Last,… contoh brand sudah banyak… apakah nanti akan menjadi sejarah… so jangan sekali-kali melupakan sejarah… karena dalam sejarah terkandung lesson learned yang amat berharga … betoeeel …??? Ciaooo 😀
Bagaimana dg line up sport pabrikan yamaha? Apakah bisa dibilang dekat dg India?
Agak jauh… Indonesia menjadi pusat cuan nya yamaha… makanya di Indonesia ada R&D nya… pendekatannya gak cost leadership ,sehingga lebih ke arah differensiasi… 😀
iyes, Sport yg dari Indiahe cuma Bysone, skrg jd nasib tak jelase, klo lainnya banyakan lahir disini dan di Eropa / USA / Japan, spt Vixion jelas lahir disini, and utk pasar Asia Tenggara, bareng Xabre, R15 / R125 series utk market global, Xabre utk Asia Tenggara, XSR MT WR 155 / 125 utk market global, R25 / R3 juga market global