









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… larangan ekspor minyak goreng / CPO mulai membuahkan hasil … coz sesuai hukum supply-demand… hal ini akan berdampak pada supply minyak goreng melimpah di dalam negeri …!!! Jika supply melimpah… demand tetap maka harga akan turuuun … !!! Tentu ketika ekspor dilarang… tidak ada pilihan marketnya cuma di dalam negeri … disini laaagh akan terjadi oversupply …!!!
Minyak goreng kemasan 2L sekarang sudah mulai dibanderol sekitar Rp. 46.400,- … naaagh ada juga minyak goreng kemasan 2L lainnya dibanderol sekitar Rp. 51.900,- … so tentu ini sudah mulai terjadi perang harga … antar pabrikan …!!! Konsumen tentu akan mencari yang lebih murah… so apa efek yang akan terjadi …???
Tentu minyak goreng yang lebih murah akan laris manis… sedangkan yang lebih mahal akan ngaplooo …!!! Hal ini akan menciptakan minyak goreng yang lebih mahal akan memberikan potongan harga … dan ujung-ujungnya akan berpacu pada strategy cost leadership … siapa yang lebih murah dia yang akan kuasai market …!!!
Pengusaha mungkin mumeeet… harga CPO di luar negeri sudah mulai merangkak naik… saat ini sudah mulai RM 6.200 per ton… bahkan kemungkinan besar menyentuh RM 7000 per ton …!!! Padahal di bulan Maret 2022 harganya sekitar RM 5.527 per ton …!!! So terus naik… namun gak bisa ekspor sehingga cuan melayaaang …!!! Coba main aman… domestik market aman sentosa… emak-emak gak ngantri… tentu peluang meraup cuaan ekspor semakin gede …!!! Last,… moga-moga harga cepat pulih… keran ekspor dibuka … emak-emak sejahtera… so everybody happy… win-win solution … betoooel …??? Ciaooo 😀
Lesson learned…. jangan terlalu gready. Begitu khan om?