









Alhamdulillahil qowiyyi sulthonuh, … al-wadlihi burhanuh, … al-mabsuthi fil wujudi karomuhu wa ihsanuh, … Ta’ala majduhu wa adhuma syanuh.
Allahumma shalli ala Sayyidina Muhammad, Shalata ahlis samawati wal ardhina alaihi, adada ma indallahi min al-adad fi kulli lamhati ainin, minal azali ilal abad …… amma ba’du …!!!
Pada artikel ke-3 kali ini… kita akan membahas tentang hakikatnya tentang kebaikan dan keburukan yang selama hidup kita lakukan …. !!! Yup,… soal keburukan yang dilakukan oleh manusia … tentu karena manusia hakikatnya tidak luput dari kesalahan dan dosa …!!! Demikian pula kebaikan… manusia selama hidupnya juga pernah melakukan kebaikan… bahkan diriwayatkan seorang yang paling kelam pun… sempat memberikan minum seekor anjing yang kehausan … sehingga orang tersebut diriwayatkan masuk surga … !!! Naaagh menarik untuk disimak nasihat sang Imam Hasal Al-Bashri tentang mengingat kebaikan dan keburukan … sebagai berikut :
Hai Anak Manusia, engkau suka jika dituturkan kebaikanmu dan benci jika dituturkan keburukanmu. Engkau menghukum orang lain dengan prasangka, sedangkan engkau yakin dan tahu bahwa ada dua malaikat yang ditugaskan untuk mencatat ucapan dan perbuatanmu …!!!
So… sejatinya ini mirip dengan analogi kaya dan miskin… jika kaya bukan laaagh cobaan, banyak adagium ‘Sultan maaagh bebas…’ sedangkan jika miskin baru laaagh cobaan …!!! So manusia ingin mendengar hal-hal yang baik saza… so senang diperlakukan ‘Asal Bapak Senang’ …. tidak senang misalnya untuk dikritik walau apa yang disampaikan benar dan bermanfaat bagi orang tersebut …!!! Padahal kita kita wajib mengingatkan dalam hal kebenaran dan kesabaran …. illallażiina aamanuu wa ‘amilush-shooliḥaati wa tawaashou bil-ḥaqqi wa tawaashou bish-shobr (Qs. Al-Asr : 3, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran).
Ketika ada yang mengkritisi ataupun yang mengingatkan diri kita… kita langsung menghukum dengan prasangka… dengan ukuran yang kita punya …!!! Kita seperti tidak perduli kehadiran 2 malaikat yang menemani kita …!!! Padahal batiniah kita mengetahui hal itu… namun nafsu / gengsi begitu kuat… sehingga seolah-olah kita bertindak sebagai ‘Tuhan’ … menghukum orang yang berniat baik mengingatkan kita …!!! Bagaimana nanti kita mempertanggungjawabkan hal tersebut dihadapan Allah …??? Selanjutnya Imam Hasan Al-Bashri melanjutkan nasehatnya sebagaimana berikut :
Hai Anak Manusia, orang yang cerdas itu tidak menghalanginya kesungguhan di waktu malam dari kesungguhan di waktu siang, tidak pula kesungguhan di waktu siang dari kesungguhan di waktu malam. Hatinya selalu merasa takut hingga Allah merahmatinya …!!!
So… menjadi orang cerdas… tentu tidak ingin membuang-buang waktu … baik siang hari maupun malam hari …!!! Allah memahami banget bahwa kalau siang kita itu sibuk… inna laka fin-nahaari sab-ḥan thowiilaa … (Qs. Al-Muzammil : 7, Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang). …!!!
Demikian pula pada malam hari,… diminta untuk bangun pada malam hari untuk beribadah kepada Allah … yaaa ayyuhal-muzzammil, qumil-laila illaa qoliilaa… (Qs. Al-Muzammil : 1 – 2, Wahai orang yang berselimut (Muhammad)! … Bangunlah (untuk sholat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil) …!!! So… jangan sia-siakan waktu baik siang ataupun malam,… so yang diperlukan adalah niat, dan eksekusi gak apa-apa ringan-ringan dulu… pelan-pelan meningkat …!!!
Demikian artikel singkat ini… semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita semua. Wallahu muwafig ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… !!!
Leave a Reply