









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… informasi di zaman digital ini memang borderless … gak bisa ditahan… so gampang banget suatu netizen sebagai konsumen … langsung upload pengalamannya ketika mereview product miliknya …!!! Jika dulu juragan mereview Honda Sonic 150R … langsung bisa review tuntas dengan test Jakarta – Bandung PP …!!! Naaagh baru-baru ini konsumen Honda CB150X … juga langsung upload berikut video nya… tentang apa yang dia rasakan ketika riding motor Honda CB150X miliknya …!!!
Sang Konsumen mengungkapkan bahwa baru lepas kopling jalannya ndut-ndutan … demikian pula ketika mau netral gigi juga susah …!!! Review konsumen ini langsung viral di media sosial… sudah dibagikan atau share sebanyak 25 kali… dan banyak ditanggapi oleh netizen …!!! Netizen menanggapi kenapa kok review Honda CB150X yang dilakukan konsumen … berbeda dengan para influencer yang melaporkan bagus-bagus saza …!!! Kok productnya sama yang direview… yaitu Honda CB150X … kok hasil review nya beda… ???
So… kembali soal product dalam konteks Marketing Mix 4Ps … tergambarkan bahwa ketika ada issues yang terjadi pada Product… otomatis yang namanya Promotion seperti terkoreksi … ibaratnya slogan ‘gara-gara nilai setitik rusak susu sebelanga’ …!!! Influencer juga tersudutkan… mindset netizen melihat… terang aza review bagus-bagus lha wong ada ‘udang dibalik bakwan’ …!!! Sedangkan konsumen mengungkap apa adanya dari product yang dimiliki …!!! Konsumen tersebut cenderung pasrah… namun secara mindset… konsumen berhak mendapatkan product yang bagus … tidak ada cacatnya …!!!
Naaagh bagaimana mengatasinya …??? Yaaagh untuk langkah preventif… mestinya Quality Control harus lebih ‘strong’ lagi… dengan kata lain Key Performance Indicatornya (KPI) adalah tidak boleh terjadi lagi … hal seperti itu …!!! Kemudian langkah korektif … yaaagh konsumen harus terpuaskan… hak memperoleh product yang bebas cacat… harus dihormati bersama …!!! Last,… yaaagh begini potretnya… dan makin lama market motor Indonesia akan semakin dewasa… ada comments …??? Ciaooo 😀
Wah juragan sebut KPI….jd inget sebentar lagi bikin laporan KPI tahun 2021..hahaha
Mumet lah kl bikin KPI data pendukung hrs lengkap dan dpt di pertanggung jawabkan ..kl gak nilai di coret bigboss atau minta di revisi ulang
Wow nih produk cepet juga sdh sampai ke tangan konsumen
Yg review bloger bnyk banget yg ikut, dan smua mmg ga ad masalah, saya pngen bgt skli2 om tri ikut review produk baru dr honda, krn saya yakin om tri jga d undang sma honda.. tp sll g mau datang.. why?? Krn slma ini kl saya liat saat bloger review motor honda dan pas review emang bgus om tri sll ga terima.. bakal seru kl om tri berani datang di undanganya produk new honda..
jika saya me-review pun… maka akan bertindak independent… tidak mau diberikan pinjaman dari pabrikan, baik honda, yamaha atau pabrikan lainnya. Hal ini agar tidak terjadi conflict of interest. 😀
“Jika saya” itu hanya sbuah andai2, tp actual’y g pernah dtng saat di undang untuk ikut review produk baru honda,, tanya kenapa??? Buktikan om tri untuk datang ke undangan produk baru honda dan ikut review motor’y..
Lhooo… dulu saya itu datang … mau product baru honda, yamaha, suzuki etc… tapi setelah saya mengetahui adanya confict of interest… dan tidak bebas membahas tentang product … karena ada conflict of interest… saya putuskan sudah tidak datang lagi… siapapun yang ngundang. Bahkan sebelum memutuskan hal tersebut,… pernah datang atas undangan suatu pabrikan… berusaha review dengan tidak mengambil amplop pun… menjadi bahan gunjingan / fitnah… !!! So… akhirnya diputuskan kalau mau review… milik sendiri atau milik konsumen… seperti kasus Honda Sonic yang dibeli khusus untuk direview… yamaha r25, yamaha aerox… dibeli khusus untuk direview… lebih bebas karena beli pake duit sendiri dan tidak ada amplop… jadi tidak ada conflict of interest.
ya pilihan emang, kalo status blogger itu sbg mata pencaharian utama ya pasti ada kepentingan dg suatu brand.. klo status blogger memang poinnya utk mengedukasi/ pure review utk calon konsumen ya akan menghindari itu.. lbh baik pnya unit sendiri, pakai sendiri.. real testimoni
betul… lebih baik punya sendiri / punya konsumen… tapi di lapangan ada amplop… disini kadang-kadang syetan menari-nari… antara cuan vs consumers …???
pdahal saya sbg pembaca cari artikel sbg referensi sblm memutuskan sesuatunya.. saya lihat ya bgitulah, sdikit yg mncurahkan apa adanya, lbh bnyk porsi yg bagus2nya aja diterangkan..
pdhl blogger bs mnjadi media partner tnpa terikat, sbg jembatan pmbicara/mewakili suara dr konsumen di lapangan..
soal rezeki, percayalah.. kita kasih kebaikan ke org lain dengan jujur, akan berbalik kebaikan juga