









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… terkadang ketika pabrikan gak memahami akan konsumen motor Indonesia… dia seperti terkaget-kaget … akan menempuh jalan yang salah… ingin jalan pintas akhirnya zooonk ….!!! Usaha menekankan bahwa lebih penting promosi ketimbang product… yang sempat termakan oleh beberapa pabrikan… akhirnya berakhir pilu … market sudah berubah… barrier to entry sudah semakin tinggi… !!! Ini laaagh market motor Indonesia dengan konsumen motor yang selalu menimbang-nimbang … alias mending mana… so apa sih dasar nyaaa ..???
Yup,… jika memahami filsuf Perancis Rene Descartes,… yang mengungkapkan ‘cogito ergo sum’ … jika aku berpikir maka aku ada …!!! So konsumen Indonesia yang punya income percapita menengah… tentu berbeda dibandingkan dengan income percapita rendah model di India… atau income percapita tinggi model di Europe atau Amrik …!!! Jika income percapita rendah… gak ada pilihan … cari yang murah… kuaaat cukup… mungkin seperti Indonesia tahun 1970-an… mau tutup bensin jendol yaaa bodo amaat … namun kalau sekarang… ntaaar dulu …!!!
Sebaliknya kalau income percapita tinggi… tentu market nya akan di high-end… kalau sekedar beli motor ‘piyik’ … salah mungkin cincai… anggap sebagai suatu percobaan …!!! Namun ketika income percapita menengah… maka harus mikir extra keras… dengan duit yang pas-pasan… gimana bisa beli motor yang punya value …!!! Value disini bisa dari sisi fitur, design, harga, after sales services, dan lain sebagainya… so kompleks pertimbangannya …!!! So… disini laaagh peranan ‘nalar’ aka ‘rasio’ … so cocok sekali dengan prinsip cogito ergo sum …!!!
Naaagh mirip seperti yang ada di Jerman… jaman Aufklarung dalam arti jaman pencerahan… so perkembangan ilmu … yang lebih bersifat logika, termasuk teknis… mendorong konsumen Indonesia haus akan informasi …!!! Jadi konsumen akan mencari info … dari berbagai channel… apalagi sekarang jamannya online internet …!!! So klop sudah… antara cogito ergo sum dan aufklarung seperti saling melengkapi… ditambah lagi soal selera ‘priyayi’ …. komplit sudah membentuk konsumen motor Indonesia yang ‘mending oriented’ …!!!
Konsumen Indonesia tidak mudah terjebak dalam ‘pembodohan publik’ … apalagi yang dilakukan oleh influencer misalnya …!!! Misalnya skutik Suzuki Nex ini mantaaap punya… toooop markotob… lhaaa ketika beli untuk pribadi milihnya Honda Beat… gimana konsumen bisa percaya …??? Juga misalnya influencer bilang motor Honda CBR250RR kereeen manteeeep… lhaaa ketika beli motor untuk kepentingan pribadi misalnya malah milihnya Kawasaki Ninja 4 cylinder … lhaaa kepiyeee …??? Last,… ini laaagh yang dihadapi di market motor Indonesia… konsumen yang kritis… dan disini laaagh aliran mending tumbuh subuuur… wajar thooo …??? Ciaooo 😀
Kayak blogger sebelah ngomong sampe berbusa cbr250 joss. Tapi belinya ninja 😂😂😂