









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… salah satu komentar blog ini menyarankan agar juga membahas tentang motor electric… dan bagaimana sih gambaran penjualan motor elctric ini di Indonesia …!!! Kalau dilihat dari penjualan suatu brand selama 1 tahun… penjualan nya cuma 1.000-an unit … jadi kalau dhitung penjualannya sekitar 80 – 90 unit / bulan …!!! So disini berarti market nya niche banget… bandingkan dengan motor sportz 250cc yang bisa lebih dari itu … padahal harga motor sportz itu termasuk tinggi …!!!
Kalau kita lihat misalnya harga salah satu brand saza… sekitar Rp. 27 – 28 jeti per unit… kok penjualan gak terlalu moncer … kira-kira apa penyebab konsumen gak melakukan shifting demand ke motor listrik …!!! Disini bisa kita urai satu persatu … apa yang terbayang di mindset konsumen …!!! Pertama kalau dilihat tentu konsumen ingin tahu… dan mengcompare dengan kira-kira di motor bensin… termasuk displacement yang mana …???
Kalau dilihat dari video yang beredar… kecepatan maksimal dari motor electric ini… sekitar 73 km/h,.. so ini berarti kalau dibandingkan dengan motor bensin… sekelas motor skutik 110-115cc …!!! Naaagh kalau gitu tinggal dibandingin kira-kira harga pembelian model Honda Beat atau Honda Vario 125 … dimana untuk Honda Beat kisarannya Rp. 16.6 jeti… sedangkan untuk Honda Vario 125 sekitar Rp. 21 jeti …!!! Naagh kalau komparasi yaagh tinggal dikurangin aja… terus sisa duitnya untuk beli bensin …!!!
Jadi kalau dipilih misalnya Honda beat… so turaaahnya duit sekitar Rp. 10 jeti… jadi kalau harga bensin sekitar Rp. 10 ribu aja deegh per liter… maka akan dapat 1000 liter … dan kalau perliter sanggup menempuh jarak 58 km/liter… tentu total jarak sekitar 58 ribu km …!!! terus misalnya 1 hari menempuh rata-rata misalnya 29 km… tentu dengan budget segitu … bisa untuk 2000 hari … atau sekitar 5.5 tahun … dengan selisih itu duit tersebut …!!! Naaagh kalau motor listrik… itu harga battery nya sekitar Rp. 7 jeti – 7.5 jeti… di toko online …!!! Daya tahan batterai motor listrik itu kisaran 3 – 4 tahun kalau digunakan normal …!!! Kalau dilihat dari sini… terlihat masih lebih ekonomis dengan motor bensin … !!!
Kemudian yang paling menyebabkan konsumen agak ragu-ragu adalah… kalau motor bensin itu… banyak yang jualan bensin… bahkan penjual bensin ketengan juga ada… !!! Jadi gak usah khawatir kalau habis bensin… isi bensin langsung greeeeeng… kalau motor listrik harus charge dulu nunggu dulu… kecuali bawa batterai cadangan… dan itu langsung tambah dana untuk beli sekitar Rp. 7.5 jeti itu …!!! Jadi faktor diatas itu yang membuat market gesits itu segmented banget… apakah bisa ada prospek dimasa datanng… ??? sangat terangung dari harga bensin… kalau harga bensin masih 8 ribu – 10 ribu perliter akan sulit sepak terjang motor listrik dipilih konsumen …!!! kecuali harga bensin itu sudah mencapai misalnya Rp. 100 ribu/liter… baru deeegh mikir …!!! Last,… kira-kira demikian faktor yang mempengaruhi consumer behavior terkait motor listrik …!!! Ciaooo 😀
Menurut ane, soal gesit dan motor listrik lainnya…lebih jeli lagi melihat segmen pasar. Bisa Benchmark motor listrik paling sukses se-dunia..GOGORO taiwan.
1. Bukan sekedar jual motor,gogoro juga menyediakan fasilitas battery swab + charging station jadi ga perlu khawatir kehabisan listrik dan tidak perlu beli battery baru jika rusak. Ingat harga battery GESIT lebih mahal dari biaya overhaul mesin metic.
2.harusnya Fokus penjualan di kota besar semacam JAKARTA dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung charging station+ battery swab. Kalau hanya jual lepas unit ke konsumen…ya, pasti mikir setelah 3-4 tahun harus ganti battery yg ga murah.
Ga perlu jor joran jualan ke daerah daerah.. dijamin ga laku.
Pengalaman ane punya SELIS.. harga akinya saja bisa buat beli sepeda lipat low end… Sampai sekarang jadi penghuni garasi hampir 2 tahun gara gara males beli battery baru
Catatan tambahan….model GESIT mirip sekali dgn VARIO. Jadi ga ada kesan wah..malah mirip vario KW. Mungkin efek kelamaan di RnD jadi saat launching model sudah outdated
Harga jualnya lagi yg susah klo tiba2 lagi BU 😁