









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… mencermati pertumbuhan ekonomi memang bikin deg-degan di tengah pandemi covid-19 saat ini …!!! Ketika awal bulan Maret 2020,… Indonesia sudah secara resmi terjangkit pandemic covid-19 ini … masih bersyukur GDP Growth Q1-2020 terselamatkan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 2.97% (yoy) …!!! Namun masuk Q2,… ceritanya sudah lain … akhirnya GDP Growth Q2-2020 … pertumbuhan ekonomi sebesar -5.32% (y0y) … so terlihat ekonomi mengalami kontraksi …!!!
Naaagh gimana kira-kira potretnya Q3-2020 …??? Tentu penghitungan akan berakhir di bulan september 2020 … so disini persoalannya …!!! So untuk melihat positif atau negatif growth nya… maka harus dibandingkan dengan angka GDP konstan di Q3-2019 … dimana besarnya adalah Rp. 2.818 triliun … Jadi kalau mau positif harus lebih besar dari itu …!!! So… sebagai gambaran saza… di Q1-2020 ketika hampir normal saza (sudah merebak namun belum masih dan ada PSBB) … GDP nya sebesar Rp. 2.703 triliun …!!! Jadi dikira-kira tentu akan lumayan berat… walau Quantitative Easing (stimulus ekonomi) sudah mulai digelontorkan… untuk meningkatkan demand …!!!
Harus dilihat dulu… dalam memberikan kontribusi kira-kira propinsi mana saza … yang memberikan sumbangan terbesar buat GDP …!!! Dari data yang ada … DKI Jakarta menempati urutan teratas (16%), kemudian ke-2 Jawa Timur (14.9%), dan ke-3 ditempati Jawa Barat (13.6%) serta ke-4 ditempati Jawa Tengah (9%) …!!! Total nya 4 propinsi tersebut memberikan kontribusi sekitar 53.5% …!!!
Kalau kita lihat… di Q1-2020, besarnya GDP regional (PDRB) DKI Jakarta sekitar Rp. 468 triliun, kemudian di Q2 sebesar Rp. 415 triliun …!!! So… terlihat dengan PSBB selama Q2 saza sudah terkontraksi sebesar Rp. 53 triliun selama 3 bulan … atau Rp. 17 triliun / bulan …!!! So… kita tahu Q3-2020 walau sudah mulai menggeliat… kondisi tidak sama dengan Q1-2020 … apalagi ditambah dengan starting 2 minggu sebelum akhir september …!!! So… tentu secara nasional agar bisa melampaui Rp. 2818 triliun secara nasional bukan hal yang mudah …!!!
Jika dianggap bergerak seperti Q1-2020 saza … dimana GDP sebesar Rp. 2703 triliun, ini tentu masih mengalami pertumbuhan negatif sebesar -4.08% … so jika begini sudah masuk Indonesia ke jurang resesi … dengan definisi selama 2 quartal berturut-turut terjadi pertumbuhan negatif …!!! Last,… tentu impact nya berbeda dari Q1 ke Q2 … dibandingkan Q2 ke Q3 … karena Q1 belum berada dalam kondisi covid-19 … so kembali ini suatu pilihan … betuuul …??? 😀
Amsyong wis
Tantangannya adalah: Bagaimana menyeimbangkan kepentingan kesehatan dengan ekonomi pada waktu yg bersamaan?
Efek akibat resesi tlng di bahas juga mas, biar kita yg awam ini jadi paham
Economic disaster…
Ssepertinya prediksi ke depan lebih baik ucap wallohu A’lam, saking banyak ketidakpastiannya, khan gitu masbos