









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… memag menarik untuk disimak pandemic Covid-19 … perekonomian berbagai negara bisa morat-marit dibuat nya …!!! Market langsung dibuat panic … dan banyak investor langsung mencari safe heaven currency … dalam hal ini US Dollar …!!! Memang ini perilaku mindset … sometimes gak bisa menggunakan ‘nalar’ … coz panic buying …!!!
Fed Funds Rate langsung turun drastis … so ini dalam artian akan mendorong expansi money supply … dilihat dari rate nya sudah mendekati 0% … lebih spesifiknya sekitar 0.25% …!!! Terlebih US Government akan meluncurkan stimulus USD 2 triliun … so kucuran ini memang untuk mendorong agar mengurangi dampak resesi … coz diperkirakan dunia akan mengalami resesi … !!!
Dunia memang pernah mengalami krisis di tahun 1930-an… di tahun 2008 … namun sekarang agak beda …!!! Gak ada sejarahnya wabah … bikin beginian… namun ini laaagh menariknya … aktivitas ekonomi jadi terganggu… coz orang harus stay at home …!!! So… quantitative easing menjadi jalan … tentu harapannya ekonomi cepat pulih… !!!
Naaagh menarik untuk disimak adalah jika rates di negara paman sam … sebesar 0.25% … sedangkan di tanah air yaitu BI-7 days RR rate sebesar 4.5% … tentu sebenernya lebih menarik menempatkan uang di tanah air … coz interest rate differentialnya lumayan tinggi …!!! Yang perlu diperhatikan adalah ketika stimulus di Amrik digelontorkan… bakalan banyak ‘saving gluts’ … dan ini bisa menjadi capital inflow … thus demand terhadap rupiah bakalan tinggi… jika cateris paribus… mestinya bakalan terapresiasi …!!!
So… uncertainty memang masih tinggi… question utamanya adalah kapan kira-kira badai covid-19 ini akan berakhir …??? Atau lebih spesifiknya kapan anti-virus covid-19 ini ditemukan …??? Jika cepat… mungkin gak terlalu parah… namun jika lama ditemukan… waaagh faktor uncertainty makin meningkat… !!! Last,… yaaagh kita hanya bisa berdoa… moga-moga badai covid-19 ini cepat berlalu … Amiin …!!! Ciaooo 😀
Rates indonesia lebih tinggi, tapi faktor risiko tentu juga jadi pertimbangan. USD mata uang perdagangan dunia, rupiah tidak. Fokus utama memang bagaimana mengatasi corona. Quantitative easing lebih ke buying time saja sampai corona berhasil ditaklukkan
https://economagz.id/mendorong-konsumsi-masyarakat-tidak-akan-mendorong-pertumbuhan-ekonomi-dalam-jangka-panjang-mengapa-seri-memahami-makroekonomi-2/
Om, bahas juga dongk imbas perang minyak Arab dan Rusia saat ini. Efeknya bagi ekonomi dunia dan ekonomi nasional kita.