









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… dalam menghitung inflasi setiap negara tentu punya metode yang berbeda-beda …!!! Pengukuran inflasi kebanyakan dengan menghitung kenaikan harga dalam suatu ‘basket’ dimana komoditi yang dipilih mewakili kebutuhan masyarakat luas …!!! Kebanyakan negara di developing countries … memilih 60% basket adalah komoditi pangan …!!! Di China … basket terkait kebutuhan pangan hanya sekitar 30% … sedangkan di USA dan Eropa Barat sekitar 10% …!!!
So … artinya jika di negara developing countries… kenaikan harga pangan tentu mempunyai impact yang signifikan terhadap inflasi …!!! Kebanyakan negara termasuk USA menghitung dengan Consumer Price Index (CPI) … mirip seperti di Inggris dengan Retail Price Index nya …!!! Index ini dibeberapa negara sangat penting untuk meng-adjust misalnya social security payments ataupun income bagi low-income people …!!! Tentu saza consumer price index gak digunakan untuk mengadjust income bagi low-income people … dalam hal terjadi hyperinflation …!!!
Hyperinflation pernah terjadi pada saat pasca perang Weimar Republic di Jerman di tahun 1923 … ataupun di China pada saaat Yuan Dynasty …!!! Naagh gimana caranya mengontrol inflasi ini …??? So… gampangnya adalah suatu harga terbentuk ketika terjadi supply dan demand bertemu …!!! Naaagh tentu ketika terjadi peningkatan demand… tentu harga akan meningkat dan sebaliknya …!!! Tentu hal ini bisa terjadi ketika money supply melimpah … dan ini laaagh menjadi ‘tools’ bagi dengan mengontrol money supply …!!!
Ketika money supply meningkat pesat harga barang akan meningkat … sebaliknya money supply menurun maka harga barang akan turun …!!! Naaagh gimana caranya mengontrol money supply …??? Tentu dengan memainkan interest rate oleh bank sentral … inilah yang disebut monetary policy …!!! Ketika rates meningkat… maka perbankan pun meningkatkan interest rate (funding) … dan tentu lending rates akan meningkat… so akan menurunkan orang untuk meminjam …!!!
Hal lain adalah dengan cara reserve requirement kepada bank-bank …!!! So … perbankan ketika menerima deposits … tentu cara nya untuk mengeluarkan kredit sangat tergantung dari ketentuan bank sentral… seperti reserve requirement …!!! Misalnya reserve requirement 10% misalnya… maka maksimum kredit yang disalurkan dari funding yang dilakukan sekitar 90% …!!! Naaagh semakin tinggi reserve requirement semakin sedikit uang yang dapat ‘diputar’ … otomatis lending rates akan semkain meningkat … dan ini tentu dapat juga menekan inflasi …!!! Last,… gimana jika interest rates diturunkan … apa implikasinya … so stay tuned …!!! Ciaooo 😀
IMHO, China jauh lebih industrialis dibanding Indonesia, itulah yg membedakan prosentasi komoditi pangan didalam basket
Indonesia lebih diarahkan untuk konsumtif dibanding produktif.
Apa-apa impor.
Hehehe …
Tar kalau perang, sudah gak bisa bertahan. Karena biasa dimanja beli