









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… jika di negara lain mungkin motor brand Jepang begitu digjaya… mungkin di negara Korea Selatan… terpaksa motor Jepang ‘gigit jari’ …!!! Yup … contohnya di negeri ginseng yaitu Korea Selatan… motor Jepang gak bisa apa-apa …!!! Di taun 2019 ini… penjualan total market domestik Korea Selatan tercatat sebesar 99.480 unit … relatif turun sekitar 1.3% dibandingkan dengan tahun 2018 …!!!
Dengan angka penjualan sebear 99 rebu unit tersebut,… menempatkan Korea Selatan di urutan 31 Dunia… dibawah United Kingdom …!!! Naaagh penjualan tertinggi diraih oleh motor Daelim … dimana meraih market share sekitar 40%… selanjutnya posisi ke dua diraih oleh Hyosung yang meraih market share sekitar 30% …!!! Sisanya diraih oleh motor Honda, Suzuki, BMW dan Yamaha …!!!
Memang jika kita bandingkan penjualan motor di Korea Selatan,… mungkin kita ketawa… lha wong penjualan sekitar 100 rebu unit setahun… kurang lebih dengan penjualan pabrikan Yamaha satu bulan juga gak menang …!!! So … jika dilihat-lihat memang market Indonesia itu surga bagi pabrikan …!!! Naaagh yang paling penting tentu memberikan value terbaik buat konsumen negeri ini … coz sudah memberikan ‘cuan’ yang tinggi bagi pabrikan …!!! Last,… semoga di tahun mendatang… value motor yang diberikan pabrikan akan terus meningkat… yang akhirnya konsumen dan pabrikan yang akan mendapatkan manfaatnya … semoga ….!!! Ciaooo 😀
orang korea cinta produk dalam negeri
orang Korea punya sentimen negatif ke merk Jepang karena dulu pernah lama dijajah Jepang.
makanya mereka beli produk lokal, padahal produk lokal mereka juga sebenarnya hasil rebranding dari produk Jepang.
misalnya motoe Daelim yg disebut di atas itu jeroannya hasil lisensi dari motor Honda.
Pernah make hyosung bebek nya waktu 2008/9 enak banget motor nya cocok buat negara indonesia,
susah cari part hyosung trail di lokal ……mirip di jepang, india dan cina + taiwan ….kecuali asian terutama indonesia ngk ada lokal nya sama sekali cuma tukang jahit dan customer 😕
Mereka pernah dijajah Jepang, mereka tdk pernah melupakan sampai sekarang, dan mereka “dendam”, hasilnya ya seperti skrg ini, industri elektronika dan otomotifnya di pasar dlm negri mnjd raja