









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… menarik disimak ketika angka-angka berbicara… dan terlihat bahwa pelaku ekonomi di bidang marketing motor … memandang cara yang ‘salah’ … sehingga banyak peluang akhirnya lepas begitu saza …!!! Hal ini terlihat jelas … dari penjualan motor domestik tahun ke tahun.. bahwa terjadi perubahan perilaku konsumen… yang tentu didorong oleh perilaku marketing di media sosial … yang bisa dibilang kurang ‘proper’ …!!!
Lihat saza grafik diatas… di tahun 2011 income percapita cuma USD 3270 … namun penjualan sudah bertengger di level 8 jeti unit …!!! Namun apa yang terjadi ketika income percapita di tahun 2018 sudah mencapai USD 4284 … namun penjualan malah menurun dan hanya sanggup diangka 6.3 jeti unit motor yang terjual …!!! Disini konsumen beralih dari pembelian motor greesss ke motor rondo… !!! Atau jika motor baru sudah kelewatan mahal harganya… mending membeli motor gede second …!!! Sooo … kembali konsumen begitu rasional… dan impactnya penjualan motor baru seperti… tersengal-sengal … lebih bagus membeli motor second … tentu yang kinyiz-kinyiz …!!!
Salah satu penyebab menurun nya adalah konsumen merasa antipati… ketika media sosial sebagai kepanjangan pabrikan … begitu gencaaar… malah dengan berbagai buzzer atau fans boy… selalu mengelu-elukan product baru… walaupun secara harga sudah gak masuk akal …!!! Showroom motor bekas tumbuh bak jamuuur…. konsumen lebih tertarik membeli motor rondo… yang direview valuenya memang bagus… !!! Penjual motor bekas mendapatkan cuan yang lumayan… khususnya perputaran motor-motor yang punya value tinggi… lebih menarik ketimbang menjual motor baru …!!!
Pabrikan yang tidak jeli… beranggapan bahwa media sosial akan bisa menaikkan penjualan secara instant… !!! Gak perlu ada perombakan value .. cukup ala kadarnya… berharap dengan media sosial bisa ‘sim salabim’ … konsumen dapat dipengaruhi dengan cepat … !!! Namun kenyataannya,… malah gak bisa apa-apa… product malah ambyar di market… meningkat sebentar seperti kena ‘spike’ setelah itu… menurun terus … dan akhirnya bisa BEP aza sudah bagus …!!! Konsumen yang melihat… bahwa media sosial banyak yang pro ke pabrikan… akhirnya semakin ‘eneq’ … dan berlari ke media sosial yang mengulas apa adanya tanpa ada unsur pabrikan …!!! Terlihat jelas… bahwa rating media sosial semakin turun… artikel views juga semakin melorooot … coz konsumen sudah punya preferensi sendiri… ingin mendapatkan info apa adanya… bukan info yang ‘bias’ alias asal pabrikan senang …!!! Last,… menarik untuk disimak consumer behavior… kemana strategy pabrikan mensikapi hal ini… yuuuk kita simak …!!! Ciaooo 😀
Tergantung Gan. Kalo yg limited edition mending baru. Harga sekennya malah nggak karu2an naik seenak jidad. Lihatlah New Super Cub. Vespa new PX 150. Paul Smart.
.
Atau beberapa moge seperti Z900 dan Z800, R9T, Z900RS, Sugomi. Dan banyak contoh lainnya…
klo limited edition, harga seken seenaknya yg jual nyebut harga mbah
https://internetbermanfaat.com/yahoo-groups-akhirnya-tutup-mengenang-sebuah-layanan-yang-pernah-berjaya/
Kalo baca ulasan di blog ini dijamin kaga akan ‘eneq’…
Waduhhh
http://bikermendowan.id/2019/10/22/lamborgini-raffi-ahmad-terbakar-hebat/