









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… memang revolusi digital 4.0 sekarang tidak bisa dipisahkan pada massive communication melalui media sosial …!!! Pabrikan mengetahui hal tersebut… sehingga berusaha menggunakan penggiat media sosial untuk mempengaruhi konsumen … sehingga mau membeli productnya …!!!
Jika reviewer mengungkapkan product apa adanya dengan jujur … tentu tidak mempunyai masalah …!!! Naaagh persoalan terjadi ketika penggiat media sosial melakukan review … dimana productnya dari pabrikan… plus ditambah setelah review menerima payment… terjadi laaagh conflict of interest …!!! Mosok sudah dibayar… review nya jeleeek… yaaagh harus bagus dooong… maka terjadi laaagh review sekedar jaaas jeeess jooosss …!!!
Lhaaa… konsumen yang membaca review tersebut… akhirnya membeli product tersebut …!!! Lhaaa akhirnya menyesal… langsung gak pake lama dijuaaal … sebelum dijual ‘curhat’ dulu… upload ke media sosial … jadi laaagh gegeeer permotoran nasional …!!! Lhaaa konsumen yang menjadi ‘victim’ … malah harus menghapus segala keluhannya …!!! Jadilaaagh sang reviewer jaaas jeeess jooosss … melenggang bak ‘innocent people’ …!!!
Padahal pada UU No. 8 Tahun 199 tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 4 yaitu hak konsumen adalah hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa …!!! Artinya dengan memberikan review jaaas jeeess jooosss tidak obyektif… sekedar menyenangkan pabrikan… tidak mengungkap apa adanya … sudah melanggar UU No. 8 Tahun 1999, Pasal 4 …!!! So… sama artinya ‘memperkosa’ hak konsumen … apalagi yang mereview bikerz… bikerz makan bikerz… dimana ‘brotherhood’ spirit …??? Last,… sekedar mengingatkan dan menyampaikan walau satu ayat … sehingga guguuur kewajibaaan …!!! Ciaooo 😀
Miris,
ketika seseorang menjadi takut untuk mengungkapkan kejujuran karna takut di bully, di cemooh, dipidanakan.
Padahal mereka mengungkapkan apa yang mereka rasakan setelah beberapa hari memakai motor,
masalahnya … para reviewer terbelah… ada yang hanya concern karena ‘materi’ … dan ada yang concern dengan ‘objectivitas’ … ini laaaagh potret negeriku… devide et empera berjalan… speechless ….
Tapi berkat review jas Jes jos itu lah.. beat sukses hancurin Mio, cb150r sukses hancurin Vixion, sekarang otw PCX kalahin nmax… Walau kita ga tau data Aisi sekarang tapi dijalanan lebih banyak PCX plat baru dibanding nmax plat baru, nmax yg banyak dijalanan sekarang itu nmax lama
Memang design honda skrg lebih keren daripada ymh, gak aneh klo honda lebih laku… Tapi saya tetep lebih suka pake ymh ^o^
Baguslah biar ada penyeimbang informasi
betul… real konsumen me-review mestinya jadi masukan… betoeeel …???
Kelebihan dipromosikan secara bombastis, jas jes joooos……
Kekurangan? memang ada kekurangannya? ga ada tuh… 😁😁😁
Kalau ada kekurangan itu karena yg review masih level rendahan ndak ngerti otomotif 🤔
Kayaknya ane tau video yg mana wkwkwk… maju terus juragan…
semua yang akses video sudah tahu… cara yang salah menangani konsumen… cmiiw… 😀
Video nya masih ada ga mas…
Jadi pingin liat sama yg aplod bener opo ngapusi
double minus: minus produk, minus cara membungkam konsumen.
sebaiknya datangi konsumennya, cek motornya, ganti part yg rusak dan umumkan ke publik sudah ditangani.
bukan dg cara datangi konsumen dan bungkamkan pakai uu ite.
Q.C *nda *tra sepertinya sedang bermasalah. dulu komplain *ario 150 dan *cx sering kita dengar. sepertinya adv juga tidak lepas dari masalah krn ada common part. 1 dari sekian produk ada cacat. cara mengatasinya itu yg sering bikin kesal konsumen. googling aja pasti nemu
Kyanya ane tau lah blogger yang katanya joss gandos itu kan cak?? 😆😆😆.
Kira kira bakal kesindir ga ya kalo baca artikelnya juragan?
Maju terus juragan!
Padahal pecinta roda 2 butuh reviewer yg seperti itu. .biar pabrikan bs teliti kluarin produk buat konsumen. Biar konsumen diseluruh indonesia mmg bnar2 dapat produk yg berkulitas ssuai dg harga. .
Tp ya gitu. .kbnyakan bliggeratovlohger skrg lbh bnyk mmntingkn pabrikan ketimbang konsumen. .
Klo kyak gitu. .ini trmsuk penjajahan konsumen kah?
Wooww. . .
Adv trll sempurna buat kompetitor, jd susah untuk mncari kekurangan’y.. ahir’y dcari kekurangan’y trkait sok depan yg jedag jeduk saat lewat polisi tidur, pdahal kl di kompare sm n max, saat lewati polisi tdur nmax ga jedag jedug tp malah jedar jedor..
Hmmm…Josss
Tsadis gus, saya sampai heran, sang pembeli yg aplot video sampai harus sungkan untk mereview motor lagi, sepengetahuan saya beliau biasanya gak pandang merk apapun, kalau gak nyaman ya bilang gak nyaman, apakah ada tekanan dari sang penguasa market?
Nope sdh konfirmasi koq, itu bukan motor dia, jdi dia bohong bilang jual motor umur 2 hari
Masalah jedak jeduk memang sengaja d buat bgtu, makanya videonya d tarik lagi
Karena pengguna adv lain gak menemukan masalah jedak jeduk tersebut , tpi sok belakang firm sepertinya memang benar
Bukan om…itu motor dia kok..baca lagi deh brita2 terakhirnya