









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… pada bagian pertama sudah membahas tentang utility maximization… coz pada intinya manusia ingin berusaha memaksimalkan kepuasan… tentu dalam faktor budget constraint …!!! Naaagh… selain dari uility mazimization … ada juga istilahnya diministhing marginal utility … ini juga merupakan asumsi yang lumrah …!!! Sek mas tri… sejatine apa sih… diminishing marginal utility …???
Sebelum dijelaskan… sebagai contoh dalam ilmu ekonomi… jika kita haus, maka gelas pertama tentu akan nikmat banget… gelas kedua mungkin sudah biasa aza… gelas ketiga tentu sudah mulai marah-marah, apa sih dikasih terus … gelas ke empat sudah mulai menolak… gelas ke lima… hueeeek muntaaah deeh ..!!! Demikian juga, ketika dikasih riding moge untuk touring… mungkin 100 km pertama terasa nikmat… namun ketika sudah menggeluti sampe 1000 km… tentu yang diinginkan adalah ketemu tempat tidur… untuk melepas penaaat… sudah gak nikmat lagiii naik moge …!!!
Jadi… ketika terus-menerus menikmati / mengkonsumsi sesuatu… maka akan ada kebosanan… dan setiap penambahan utility… akan mengalami pengurangan kenikmatan …!!! Ini yang disebut diminishing marginal utility …!!! Berbicara motor sportz 250cc… sudah sejak tahun 2008 muncul di Indonesia… ketika muncul Kawasaki Ninja 250R …!!! Ditambah lage ada Yamaha R25… dan terakhir Honda CBR250RR … jadi konsumen itu sudah ‘bosen’ … market juga sudah saturated… jadi sudah gak ada kesan ‘woooow’ lageeee …. !!!
Naaagh bagaimana ketika sudah ‘bosen’ mirip seperti rider sudah lelah riding… terus ada backup rider yang mau gantiin… untuk melepas lelah atau tidur mobil yang nyaman …??? Pasti nggak pikir panjang langsung diembaaaat …!!! Naaagh hal yang sama ketika Yamaha XMax 250 masuk… sudah dapat diprediksi bakalan terjadi ‘cross shifting demand’ … lha ini khan asumsi ekonomi yang lumrah… ada diminishing marginal utility …!!! Apalagi ditambah… ‘gosok-gosok’ bahwa Yamaha XMax 250 lebih nyaman… lebih prestige… sudah deeegh… konsumen akan ‘yaaa yaaa yaaa’ …!!! Gak perlu test ride segala… sudah diatas kertas akan terjadi… so dengan gampang akan bisa ditebak terjadi ‘cross shifting demand’ …!!! Last,… begini laaagh yang namanya menganalisa secara ekonomi… dengan memasukkan consumer behavior… dan masih banyak asumsi lainnya… so stay tuned …!!! Ciaooo 😀
Kecuali pabrikan keluarin sport 250cc macam HD atau Honda rebel, dengan utilitas tinggi dan kenyamanan maxi.
Baru pasar “motor laki” 250cc akan berwarna dan bergairah lagi.
Maksudnya utilitas tinggi adalah, tangki depan berubah jadi bagasi yang bisa helm in. Namun demikian, pengisian BBM tetap dari depan tanpa harus turun dari jok. Solusinya, tangki BBM pindah ke jok.
Sedangkan kenyamanan maxi adalah posisi mengendarai seperti mengendarai skutik maxi. Nyaman, santai dan gak bikin pegel.
Kalau soal mesin, kan tiap-tiap pabrikan sudah punya basis mesin 250cc yang mumpuni (Ninja, R-25/MT-25, CBR 250RR)
Pertanyaannya adalah, pabrikan mana yang akan mengambil inovasi dan inisiatif duluan atas pilihan di atas. Menciptakan pasar dan trend baru adalah penting, sambil terus berinovasi dan berevolusi.
Gimana dengan efek Forza, bisa dijelaskan juga ga? Serius nanya ini.
monggo dibaca artikel pertama… utility maximization… 😀
Forza binatang apaaannn tuuuhhh ????
Sama bro… Cuma mentok di harga kemahalan… Ya orang lebih prefer ke xmax.
Artikelnya mirip CERPEN…Cerita Penat…Cerita Pusing (bikin Pusing)…bilang aja daah pembantaian massal oleh Yamaha XMAX sdg terjadi
Banyaak yg ‘sinting delman’ ke XMax 250 yoo mas…