









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,.. weekend ada banyak kerjaan juga… yaaaagh mencoba membahas tentang case study… !!! Naaagh sekarang dibahas tentang Huawei, dimana case study ini dijadikan bahan diskusi bagi yang ingin memperdalam ilmu bisnis … dan standard laaagh …!!! Case nya sendiri kira-kira Huawei, Sebuah Kuda Hitam di Global Smartphone Market… !!! Naaagh tools untuk menganalisa nya banyak… satu-persatu akan dibahas … okeeeey …???
Naagh untuk membahas tentang tentang case study Huawei digunakan teori The Five Competitive Forces dari Michael Porter …!!! Basic Idea dari teori ini adalah kompetisi yang dilakukan suatu perusahaan dilihat terlalu ‘sempit’ oleh banyak manager …!!! Oleh sebab itu dikembangkan laaagh model ini … yang tidak hanya melihat dari sisi direct competitor dalam suatu industry,… namun juga melihat dari sisi bargaining power of customer, kemudian bargaining power of supplier, juga dilihat bagaimana ancaman dari new entrants,… termasuk juga ancaman dari substitute product …!!!
Bargaining Power of Supplier
Smartphone mempunyai banyak software dan hardaware component, antara lain : Operating System, application, memory, processor, display, battery, camera dsb …!!! Namun yang paling utama adalah Operating System dan System on Chip (SoC) …!!! Berbicara Operating System terdapat 4 jenis OS yaitu Android OS dari Google, iOS dari Apple, Windows Phone OS dari Microsoft, dan Blackberry OS. Berbicara market share, Android menempati posisi teratas dengan pangsa 87.6%, diikuti iOS sebesar 11.7%, dan Windows Phone OS sekitar 0.4% …!!!
Sedangkan berbicara market Android SoC paling besar disupply oleh : (i) Qualcomm sebesar 30.6%, diikuti (ii) MediaTek ak MTK sebesar 29.3%, (iii) Samsung sebesar 15.8%, (iv) Intel sebesar 9.3%, (v) Huawei sebesar 7.7% dan supplier SoC lainnya sebesar 7.1% …!!! Mengingat banyaknya pilihan, namun terdapat aspek compatibility maka dari sisi Bargaining Power of Supplier bisa dikatakan medium.
Bargaining Power of Buyer
Terjadi pergeseran dari sisi jalur distribusi, jika dulu harus melalui jalur telco provider di dunia, sekarang sudah mulai banyak dijual bebas baik online maupun offline store …!!! Produsen seperti Apple mempunyai toko sendiri dalam hal ini Apple Store, demikian pula seperti Samsung …!!! Banyak juga brand yang menggunakan toko penjual handphone atau menggunakan jalur toko online …!!!
Konsumen lebih memilih differentiated product dalam hal ini product yang canggih, aspek kamera, multimedia function, aspek interface dengan smart watch, tablet etc …!!! Konsumen juga memiliki switching cost yang tinggi, untuk berpindah dari satu OS ke OS yang lain … misalnya konsumen OS Apple IOS akan lebih loyal menggunakan product Apple ketimbang product Android, demikian pula sebaliknya …!!! Khusus Android dimana banyak produsen mengeluarkan product smartphone, bargaining power buyer lebih tinggi mengingat dapat berpindah dari suatu brand ke brand lain sepanjang masih Android OS …!!!
Disini product Huawei akan berkompetisi dengan product seperti Samsung, Lenovo, Oppo etc mengingat product-product tersebut juga menggunakan Android OS. Kolaborasi Huawei dengan Leica merupakan salah satu cara untuk menahan agar konsumen tidak cepat berpindah ke product lain …!!! Selain itu untuk konsumen yang lebih mementingkan price, tentu aspek harga juga harus diperhatikan oleh product Huawei. Dari pemaparan ini dapat disimpulkan bargaining power dari sisi buyer termasuk tinggi.
Threat of New Entrants
Mengingat product smartphone merupakan product high tech yang menggabungkan beberapa product seperti SoC, wireless connector, antenna, camera, battery, displacy etc, dan dikelmas dalam suatu dimensi product yang kecil, tentu tidak setiap perusahaan bisa masuk ke market smartphone sebagai new entrant. Setiap produsen harus bisa men-differentiate productnya kalau tidak maka akan berkompetisi dalam bentuk harga dan volume …!!!
Value dari suatu smartphone sangat terkait erat dengan kapabilitas Operating System (OS), demikian pula soal harga dan ketersediaan dukungan aplikasi pada OS tersebut. Saat ini memang yang menonjol hanya 2 type OS yaitu Android dan Apple IOS. Android ditemukan oleh Andy Rubin di tahun 2003, dan di tahun 2005 diakuisisi oleh Google, menerapkan Open Source license, walau terdapa beberapa interface yang bersifat proprietary. Sedangkan OS yang dimiliki oleh Apple lebih bersifat proprietary, dan di masa datang diprediksi perang hanya pada 2 OS ini …!!! Melihat dari gambaran ini, dapat dikatakan potensi ancaman dari new entrants berada pada level low.
Threat of Subtitute Products or Services
Potential substitute untuk smartphone diantara nya Dekstop PC, Laptops, Tablet, Smart TV etc. Namun demikian demand product seperti Desktop terus menurun, hal ini terlihat di tahun 2010 demand Desktop tercatat 157 juta unit, sedangkan di tahun 2014 tercatat sebesar 133.8 juta unit atau menurun sekitar 16%….!!! Laptop juga mengalami penurunan, dari 201 juta unit pada tahun 2010, menurun sekitar 14% di tahun 2014 tercatat hanya sebesar 174 juta unit …!!!
Berbeda dibandingkan desktop dan laptop, tablet mempunyai trend demand yang meningkat. Hal ini terlihat pada tahun 2010 demand tablet baru mencapai 19 juta unit, namun di tahun 2014 sudah mencapai 229 juta unit… atau mengalami peningkatan hampir 12 kali lipat …!!! namun demikian mengingat smartphone mempunyai integrasi yang baik dengan camera (Huawei P9 mempunyai Leica lense red.), bersifat mobile, dibutuhkan untuk berkomunikasi, maka level threat of substitute product dapat dikatakan berada di level low.
Rivalry Among Existing Competitors
Dilihat dari sisi market share, terlihat Smartphone Huawei menguasai market share sebesar 9.3% dan menduduki peringkat ke 3 …!!! Peringkat 1 ditempati oleh Samsung dengan market share 22.2%, sedangkan ke-2 ditempati oleh Apple sebesar 16.8% …!!! Lenovo memasuki peringkat ke -4 dengan market share 6.1% …!!! Lainnya seperti Xiaomi, LG, TCL, OPPO, VIVO. ZTE termasuk dalam pemain dengan market share bervariasi antara 3 – 5.8% …!!!
Jika kita analisa dengan concentration ratio (CR4) terlihat bahwa ratio CR4 = 22% + 16.8% + 9.3% + 6.1% = 54.4% …!!! Dengan angka ini bisa dikatakan mempunyai medium concentration (range berada pada level 40 – 70% red.), mempunyai karakteristik oligopoly …!!! Selain itu jika dilihat dengan ukuran Herfindahl Index (Herfindahl-Hirschman Index) terlihat Index nya sebesar 0.14, dapat dikatakan mendekati moderate concentration …!!! Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa kompetisi antar kompetitor berada di level medium.
Jika dilihat dari sisi financial, Huawei mengalami peningkatan pesat dan ini menjadi modal utama untuk menghadapi persaingan dengan kompetitor ….!!! Total Asset di tahun 2012 sebesar CNY 223 miliar meningkat hampir 2 kali lipat di tahun 2016 menjadi sebesar CNY 443 miliar …!!! Demikian pula dengan equity perusahaan meningkat dari CNY 75 miliar di tahun 2012 meningkat hampir 2 kali lipat menjadi CNY 140 miliar ….!!! Last, berikutnya dari gambaran 5 forces competitive model… baru laaagh disusun strategy … yang pada intinya bagaimana menurun kan level pada masing-masing komponen menjadi rendah … waaagh masih banyak yang harus diulas … udaaah dulu yaaa …!!! Ciaooo 😀
Artikel bagus…baca nanti..cuma yg bikin rada bingung…kenapa tiap hape flagship kapasitas baterai kok nanggung amat rata2 3000 sampe 3300 mAh…
Slalu dipecah ke segmen lain macam Asus Zenfone 4 Max baterainya guede 5000 mAh…mbokya sekali samsung S8, Asus zenfone AR , Zenfone 4 pro, LG G7 baterainya di gedein…udah boros layar n fitur masih segitu gituu aja kapasitas baterainya…walah…
Huawei udah bagus nggandeng Leica…udah dual lens…tapi kenapa belum 4k?
Nanggung amat…
Tapi langkah huawei pake procesor sendiri ( kirin) udah bagus deh…meskipun kemampuannya masih dibawah exynos samsung atau procesor pihak ketiga macam snapdragon.
Senam otak dulu… Mantap… Blog yg beda, gak bisa dipahami oleh fanboy kecebong..
Gak cuma di bidang smartphone aja, huawei jadi kuda hitam di bidang provider telco… Sangat disegani saingannya yaitu ericsson & nokia-siemens network
wahwei mahal2 gan sama kek oppo, mending xiaomi sih
sama2 brand cina juga tapi lebih terjangkau
Financial performance nya itu dari konglomerasi huawei apa dari smartphone om? Kalo bahasnya segmen smartphone, mesti disisir dari lini itu aja lho.
Nambahin, huawei sbg kuda hitam smartphone udah diprediksi dan digadang2 dari lima tahunan lalu. Eh, yang nongol malah xiaomi.
Saya pengguna dua2 nya. Dan bisa dibilang, puas banget sama build quality nya huawei.
ora kelas bulu opo bantam.. tapi iki topik kelas berat om Tri.. 😀
#mumet
pelan-pelan diikuti lama-lama bisa kok… optimis mas…
buat smartphone android, gw lebih pilih brand jepang, sony xperia atau sharp aquos…
2 smartphone brand jepang (sony n sharp) ini anti-mainstream n brand pemain lama, emang sih kurang peminat dibanding brand korea macam samsung, tapi justru itu yang makin gw demen, jarang yang pake…
buat smartphone asal taiwan n tiongkok, pilih yang global n punya pengalaman sebelum bikin smartphone, spt Lenovo (d/h IBM), Asus, Acer kan sebelum terjun ikut bikin smartphone, dah lama bikin notebook, laptop n perangkat komputer lainnya…
nah perlu di bahas juga tuh om, smartphone Polytron, menurut saya Polytron ini termasuk brand Lokal (sudah lama di Indonesia), kiprah Polytron dulu cukup sukses di Indonesia dengan produk elektroniknya spt Televisi, Radio/Tape, minicompo, lemari es, mesin cuci dll…
maksudnya Lenovo sukses mengakuisisi perusahaan komputer asal Amerika (IBM) dan juga suskses mengakuisisi Motorola.
rujukan> sejarah Lenovo dari perusahaan kecil hingga mendunia.