









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… yang namanya konsumen memang selalu mempunyai consumer behaviors … dan semuanya memang sudah dibahas pada ilmu ekonomi …!!! Naaagh… barang itu ada yang disebut barang substitute dan barang komplementer …!!! Pada artikel ini akan dibahas tentang cross-price elasticity of demand… yang dikaitkan dengan barang substitute …!!!
Naaagh… Porter sudah menulis teori tentang Five Forces Competitive Model… dimana ada komponen ancaman dari substitute products …!!! Naaagh… mari kita lihat… misalnya harga mobil meningkat ambil contoh 100%…. maka otomatis orang akan beralih ke motor … atau angkutan umum … coz nggak bisa affordable lageee untuk mengkonsumsi mobil …!!! Yaaagh wajar khan… disini laaagh berlaku substitute product … dalam hal ini motor sebagai product pengganti mobil …!!!
Naaagh… ketika hal itu terjadi… akan terjadi peningkatan demand… dan seberapa elastis nya … diukur dengan cross-price elasticity of demand …!!! Cross-price elasticity of demand merupakan persentase perubahan demand sebuah product terhadap persentase perubahan harga product substitute …!!! So … ini rumusnya… monggo mawon kalau mau golek-golek di buku referensi ekonomi… yooo ngono kuwi …!!!
Naaagh mari kita aplikasikan pada skutik segment 250cc vs motor sportz fairing 250cc …!!! Pada case ini segment skutik 250cc dianggap sebagai barang yang diukur elasticitynya, sedangkan motor sportz 250cc dianggap sebagai barang subsitute …!!! Kita ambil persentase peningkatan harga dulu deeegh… ambil case di segment motor sportz Yamaha R25 yang sekitar Rp. 55 jeti dibandingkan dengan harga Honda CBR250RR yang mendekati Rp. 70 jeti… so disini secara segmentasi terjadi peningkatan harga 27% …!!!
Kemudian kita bahas peningkatan quantity demand … ambil contoh demand tertinggi yang pernah dicapai Suzuki Burgman 200 yang dibanderol mirip dengan Yamaha XMax 250 …!!! Dalam 1 bulan pernah mencapai 200 unit… sedangkan Yamaha XMax 250 mencapai 713 unit …!!! Naaagh dari sini terjadi peningkatan demand sekitar 356% …!!!
So… dari sini saza sudah dapat dilihat bahwa cross-price elasticity of demand dari skutik Yamaha XMax 250 (yang diwakili red.) mencapai 13.1 … yang didapat dari pembagian 356% dibagi 27% …!!! Naaagh ini yang dilihat dari pabrikan Yamaha… bagaimana me-response motor sportz 250cc … dengan mengeluarkan product skutik 250cc… coz cross-price elasticity of demand Yamaha XMax 250 begitu elastis …!!!
Ini yang dulu dibahas di berabgai artikel blog ini… bahwa untuk meresponse Honda CBR 250RR nggak perlu atau nggak harus melakukan upgrade atau facelift Yamaha R25… namun cukup dengan mengeluarkan product skutik Yamaha XMax 250… terjadi perubahan yang signifikan terhadap demand skutik 250cc… thus otomatis terjadi cross-shifting demand …!!! Last,.. .sekian dulu yaaa pembahasan … semoga bermanfaat …!!! Ciaooo 😀
Widiw….. berasa baca artikel dosen ekonomi. Salute…benar2 beda sm blog2 otomotif lainnya
kabar Yamaha Aerox 250 feat. VVA gimana Om?
kabar Yamaha Aerox 250 feat. VVA gimana Om?
type standar/termurah (no keyless, abs, speedo analog) pasang saja di harga 39 jutaan, pasti banyak terjadi cross shifting demand
Muantap ulasannya… Yamaha belum all out utk hadapin Honda CBR250RR, baru ngeluarin XMAX aja pasar motor sport sudah goyah… Strategi yg bagus menurut saya… What’s next?
Juragan kalo bikin pernyataan selalu diberi tanda tanya “????” Itu pernyataan atao kalimat tanya ???? Kalo memang anda yakin suatu pernyataan dgn didasarkan atas teori & data2 + analisa yg kuat gk perlu diberi tanda tanya….singkatnya hipotesa anda sudah teruji & bisa diambil konklusi / kesimpulan.
kenapa pake tanda tanya …??? Dimana-mana model itu ada cateris paribus… hal-hal lain tetap… itu untung memudahkan menganalisa …!!! Dalam kenyataannya … alias realita banyak variable-variable lainnya… yang diluar faktor yang dibahas …!!! Variable ini bisa tidak signifikan… bisa signifikan… bisa diawal nggak signifikan dan bisa berubah menjadi signifikan …!!! Kenapa seperti itu …??? Yup,… namanya juga consumer behaviors dalam ekonomi… bisa berubah-ubah… jadi yang namanya analisa bisa saja valid pada periode waktu tertentu bisa juga nggak valid pada periode dimasa datang… !!! Naaagh… manusia hanya bisa menganalisa dengan segala keterbatasan… lha wong jenengeee menungso… dudu Sang Khalik… !!! So… akan lebih bagus menggunakan tanda-tanya… coz analisa ketika dimasa datang… misalnya sudah nggak valid… masih jadi valid… kalau pake tanda tanya… !!! Coz… sejatineee… manusia bukanlaaagh Maha Tahu… manusia adalah makhluk yang punya keterbatasan… 😀
Sdh gak zaman nungging2,skrg zamannya motor ergonomi santai:maxi skutik, adventure, cruiser itu yg bakal laris di kelas 250cc
Libur2 gini malah jadi belajar elmu ekonomi,
Hehehe, mantap
yayaya…
terlihat selisih harga yg beda dikit perlu waktu yg lama untuk mencapai qty tertentu… tapi dengan harga yg berbeda jauh hanya perlu waktu yg pendek untuk mencapai qty yg lebih banyak