









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… tidak bisa dipungkiri ketika suatu pabrikan melakukan expansi market… bahkan ke market global … punya ‘beban’ dan ‘tanggung jawab’ yang berbeda… dibandingkan pabrikan yang bermain di market lokal …!!! Yaaagh gimana lageee… kalau ada ‘cacat’ product misalnya… waaaagh bisa-bisa dicomplaint dari berbagai negara… bisa-bisa ke court… bisa-bisa membayar ganti rugi yang tidak sedikit …!!! Oleh sebab itu… untuk menghindarinya… pabrikan yang melakukan expansi market… pasti nggak main-main secara kualitas …!!!
Sebut saza misalnya Yamaha NMax… sudah diexport kemana-mana… jadi tidak heran kalau di Indonesia pun diresponse dengan baik di market …!!! Yamaha R25… ketika ada ‘masalah’ pun… langsung secara aktif dilakukan ‘recall’ … konsumen pun nyaman dengan hal ini …!!! Recall nya pun bersifat global… tidak heran demand pun stabil… misalnya untuk Yamaha R25 sekitar 2 rebuan unit/bulan …!!! Lho gimana dengan pabrikan selain Yamaha …???
Pabrikan India misalnya TVS… ketika pabrikan BMW mengeluarkan product BMW G310R … tentu single cylinder motor ini… kerja sama dengan TVS …!!! Gimana dengan kualitas ..???? Ogggh standard BMW tentunya… jadi so kualitas nggak main-main …!!! So… ketika pabrikan sudah berani melakukan export global… konsumen juga bisa ‘untung’ … beli aja product global… jamiiin daaagh supportnya juga ‘full’ … kalau nggak reputasi bisa tergadaikan… dan bisa di-bandeeeem sak jagad …!!! Last,… mirip seperti chief ataupun pembalap… bakalan beda yang kelasnya internasional dengan kelasnya lokal … betoeeel …??? 😀
Nmax udah di export kemana2 n market lokal merespon dengan baik.
tapi berbanding terbalik dengan R25.
R25 export moncer tapi market lokal nyungsep.
Apakah ada yg salah dengan R25?
apakah tim promosinya yg salah?
atau orang lokal udah terdoktrin kalo motor sport 250cc ya ninja?
waaaagh penjelasannya panjang vrooo… nanti deegh kalau ada waktu… hehehe
Nah ini yg bikin ahli marketing mumet ndase… R25 sungkem sama ninja, cbr250RR mengkeret sama ninja …
Motor fairing ya ninja titik tanpa koma