









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… jika mencermati itung-itungan yang dilakukan KPPU… mengenai ongkos kirim rata-rata sebesar Rp. 1.5 jeti… dalam hal yang lebih khusus … pengiriman motor itu terlebih di pulau Jawa… lebih murah secara cost structure …!!! Sebagai contoh pengiriman dari Jakarta (menggunakan tarif JNE tahun 2014 red.) … untuk pengiriman ke kota-kota di pulau Jawa … nggak nyampe Rp. 1.5 jeti …!!!
Pengiriman ke Jabotabek … tarifnya sekitar Rp. 200 rebu,… ke kota besar seperti Bandung, Semarang, Solo, Surabaya sekitar Rp. 500 rebu… kota-kota agak ke dalam seperti Jepara, Probolinggo, Purwokerto, sekitar Rp. 1 jeti …!!! Naaagh kita tahu penjualan terbanyak adalah di kota-kota besar di pulau Jawa …!!! Secara numberz memang disitu… dan jangan lupa harga OTR di kota-kota lain juga didongkrak naik… jadi harga OTR di Jakarta tentu beda dengan harga OTR di Semarang misalnya …!!!
Ini belum jika pengirimannya pake model truck… dimana ketika diangkut bisa lebih banyak… dan biaya kirim per unit (variable cost) bisa jauh ditekan lageee …!!! Jika demikian… let say dihitung aza Rp. 500 rebu untuk biaya kirim per unit… maka marginnya bukan lageee 45% … namun hitungan juragan sudah nyampe ke 60% …!!! Last,… can’t imagine… berapa ‘devisa’ yang terkuras dari negeri ini ke luar … yaaagh apa yang bisa dilakukan negeri ini …??? 😀
dulu tahun 2000 saya pernah kirim motor bebek ke kalimantan via expedisi pakai kapal laut express cuma kena ongkos kirim 100 ribu. nah kalau kirim ke jawa yang lewat jalan darat seharusnya jauh lebih murah.
tentu jika pake truck akan lebih murah… ini patokan ngirim per motor … nggak dlm jumlah besar
Apakah cost per unit 7.5 jt itu valid dan terkonfirmasi? Bila iya betul cost per unit 7.5 maka benar2 sudah keterlaluan itu kartel Jepun. Siapa yg ikut menikmati? Anggap saja ada simsalabim 1 jt per unit utk dibagi2 kpd para pihak, brarti sdh 6 triliun per thn duit konsumen jd bancakan
Saya pikir, KPPU sudah menyelidiki dengan seksama dan kabarnya sudah sejak tahun 2013.
Toh bisa ditelusuri komponen dan pemasoknya.
Juga ongkos kerja dan biaya mesin produksi dan itungan2 lain yang rumit.
Tentunya, mereka didukung bukti dan ahli yang kuat hingga sampai bisa maju ke pengadilan.
Saya dukung KPPU demi masyrakat Indonesia.
Toh kalau harga turun, kita juga yang menikmati.
Dan alasan dimedia otomotif yang tidak masuk akal ” perusahaan otomotif lain tidak bisa masuk ke industri ini dengan mudah karena yamaha dan honda menguasai 90++% dari penjualan di indonesia, maka sebaiknya harga diturunkan”
Kalo turun apa yg lain masih bisa laku?
Biasanya tertulis di faktur…
Turunkan harga matic!!!
Dan harga rondo akan semakin harum bila kppu menang ????