









Well,… jika konsumen DKI Jakarta termasuk yang paling konsumtif … soale dari 8 penduduk akan membeli sebuah motor … yaaagh mungkin tidak heran dengan PDRB/penduduk yang tinggi yaitu Rp. 70.4 jeti …!!! Walaupun demikian,… konsumen DKI Jakarta ini masih kalah dibandingkan dengan konsumen Jogja dalam hal soal ‘maniac’ atau kecintaan akan motor …!!! Di wilayah Jogja,… memang dari 11 penduduk akan membeli sebuah motor … masih kalah dibandingkan Jakarta yang sebanyak 8 penduduk yang membeli sebuah motor …!!! Namun jika dibandingkan budget yang dialokasikan … ternyata dari 11 penduduk Jogja yang membeli sebuah motor … berani mem-budget-kan sebesar 11.49% … ruaaar biasa …!!! 😀
Kenapa disebut ruaaar biasa …??? Karena semua propinsi rata-rata dibawah 5% … sedangkan di Jawa dibawah Jogja, propinsi Jawa Tengah berani mem-budget sebesar 3.29% untuk konsumsi motor baru …!!! Padahal PDRB/penduduk antara Jogja dan Jawa Tengah relatif sama… di kisaran Rp. 11 jeti … atau 6 kali lebih rendah dibandingkan DKI Jakarta …!!! Tinggi nya budget untuk membeli motor bagi warga Jogja … memang secara culture orang Jogja tidak dapat dipisahkan dari kuda …!!! Monggo saza cerita tentang Gagak Rimang … kuda dari Aryo Penangsang ketika tanding dengan Panembahan Senopati … atau Raja-Raja Jawa menyenangi kuda Persia … menyenangi berbagai kereta kuda etc …!!!
Indikator sukses dari pria Jawa … salah satunya adalah turangga (kuda), selain itu wanita/isteri cantik luar dalam, senjata (keris / tombak bertuah), dan berbagai piaran burung seperti cucakrowo, perkutut etc …!!! Ini sudah masuk culture yang turun-temurun… naaagh selera nya sudah dari jaman dulu… kuda nya Persia… seng gueedeee… kekeeer… apiiik etc …!!! ini laaagh kebawa… jadi role model bagi konsumen warga Jogja dalam membeli sebuah motor …!!! Motor itu harus guanteeeng… jadi bukan mencari sekedar iriiit… atau sekedar kuat ‘diencot-encot’ … namun indikator nya neeek ditumpak’i … tambah guanteng opo oraaa …??? Kalau lebih mahal … ya wajaaar … karena ada peribahasa ‘Ono rego ono rupo’ … ‘jer basuki mowo beo’ … mau ganteng yaaa wajar ada biayanya …!!! Tidak heran akhirnya budget untuk turangga paling besar bagi warga Jogja … apalagi kalau ditanya… kok mau mengeluarkan duit lebih banyak …??? Jawabnya simple … ‘bondo ora digowo mateeek kok refooot’ … yaaa begitu sekilas background ethno marketing yang melatarbelakangi konsumen warga Jogja …!!! 😀
Leave a Reply