









Well,… membaca berita di koran… mulai terjadi pembatasan BBM … seperti solar tidak tersedia di wilayah Jakarta Pusat,… kemudian premium bersubsidi tidak tersedia di rest area Jalan Tol …!!! Pendapat juragan,… langkah itu bagus … untuk mengurangi subsidi …!!! So,.. simplenya adalah untuk mengurangi ‘pompa’ di SBPU yang bisa menyalurkan BBM bersubsidi …!!! Yaaagh,… logiknya adalah banyaknya BBM Bersubsidi yang digelontorkan… berbanding lurus dengan banyaknya ‘pompa’ SPBU BBM bersubsidi …!!! Jika berkurang 50% maka kemampuan penyaluranpun akan berkurang 50% … thuz secara otomatis anggaran untuk mensubsidi BBM bersubsidi akan dapat dihemat secara signifikan …!!!
Nggak perlu pakai teknologi ruwet-ruwet misalnya RFID … simpel saza dengan pompa yang berkurang… akan signifikan kok terhadap penyaluran subsidi BBM …!!! Berikutnya adalah kudu ada program untuk mengurangi pompa SPBU premium … misalnya di suatu SPBU ada 4 pompa BBM premium … maka kudu ada regulasi bahwa maksimum di suatu SPBU ada 2 pompa BBM premium …!!! Bagaimana dengan misalnya pembukaan SPBU baru …??? Naaagh kalau ini kudu selektif terkait dengan pemberian izin penyaluran BBM bersubsidi … coz jangan sampai langkah yang sudah bagus… berhasil mengurangi pompa… namun secara agregate bertambah lagi dengan ada penambahan pompa baru… yaaa sama juga booong …!!!
Apa pengaruh kepada mindset konsumen …??? Jika pompa berkurang… maka mau tidak mau … konsumen harus lebih ‘pagi’ untuk membeli BBM bersubsidi bagi yang membutuhkan …!!! Jika telat… maka akan ada antrean BBM bersubsidi … dan pelan-pelan ‘memaksa’ bagi yang telat untuk mengkonsumsi BBM non subsidi …!!! Jika antrean itu panjang… tentu mobil pribadi akan ‘malas’ … dan akhirnya mau tidak mau mengkonsumsi BBM non subsidi …!!! Last,… dengan hukum supply-demand … mestinya nggak susah untuk mengendalikan BBM bersubsidi … tentu saza dibarengin dengan konsistensi pelaksanaannya …!!! 😀
Leave a Reply