









Well,… setelah sebelumnya dibahas tentang penetapan harga jual dengan metode mark up pricing … maka pada artikel kali ini akan dibahas tentang return on investment pricing …!!! Let say suatu pabrikan yang ingin memproduksi sebuah motor melakukan investasi sebesar Rp. 1 triliun misalnya … maka jika ditetapkan misalnya ROI sebesar 20% …. maka dalam setahun yang diharapkan sebesar Rp. 200 milyar return nya …!!! Dari 20% ROI tersebut… perusahaan akan mengalokasikan 12.5% untuk pengembalian investasi … dan 7.5% untuk laba yang akan dibagikan sebagai deviden kepada para pemegang saham …!!!
Dengan investasi sebesar Rp. 1 triliun tersebut … kapasitas terpasang sebesar 40 rebu unit produksi/bulan … atau dalam setahun sebesar 480 rebu unit …!!! Taroh laaagh target market nya 75% dari kapasitas terpasang… atau 30 rebu unit produksi/bulan… jadi sekitar 360 rebu unit dalam setahun …!!! Jika biaya per motor komplit sampai ke tangan konsumen … sebesar Rp. 20 jeti … maka dengan target 360 rebu unit setahun, berarti total biaya sebesar Rp. 7.2 triliun (perkalian 360 rebu unit motor x biaya sebesar Rp. 20 jeti). Taroglaaagh pajak setelah laba sebesar 50% …!!! Naaagh berarti tinggal dihitung … berapa harga jualnya agar perusaahaan mendapatkan ROI sebesar 20% …!!!
Jika ROI nya sebesar Rp. 200 milyar,… dan pajak sebesar 50% … maka laba sebelum pajak yang diharapkan adalah Rp. 400 milyar …!!! Jadi total penjualan yang diharapkan adalah sebesar Rp. 7.6 triliun … sehingga labanya sebelum pajak sebesar Rp. 400 milyar …!!! Naaagh dengan demikian untuk product yang terjual 360 rebu unit … maka harga jualnya adalah Rp. 21,12 jeti (pembulatan dengan penghitungan dari Rp. 7.6 triliun/360 rebu unit red.) …!!! Lhaaa kalau kompetitor menjual sebesar Rp. 22 jeti misalnya … maka pabrik masih punya ‘peluru’ sebesar Rp. 880 rebu per unit nya …!!! Lhaaa kalau pabrikan mengeset dengan cara ‘soft’ sebesar Rp. 21.5 jeti … maka ROI langsung meningkat sebesar 27% … diatas target 20% …!!! Lha kalau ROI dikecilin misalnya 10%… (alias investasi kembalinya lama red.),… tentu sazza dengan harga Rp. 20.6 jeti saza … ROI nya sudah bisa tembus 10.8% …!!! Selisih sebesar Rp. 1.4 jeti dengan kompetitor … bisa menjamin peningkatan penjualan diatas 360 rebu unit pertahun… dan tentu saza ROI bisa lebih besar lageee …!!! 😀
Leave a Reply