









Well,… jika sudah bicara segment motor sportz di Indonesia … konsumen nya sangat ‘rasional’ … dan ketika soal technical aspects sudah oke … dalam artian melewati ekspektasi konsumen … ujung-ujungnya adalah harga yang menentukan …!!! Percuma deeegh bicara tentang sekian detik dalam 1 lapz … percuma deeegh bicara test ride reportz… percuma deeegh bicara soal irit … harga juga yang menentukan …!!! Naaagh … ambil contoh deegh Yamaha R15 … ketika ditanaya berapa sih harga jual ideal …??? Konsumen banyak yang bilang harus dibawah Rp. 30 jeti … yaaagh plus minus Rp. 5 juta diatas Yamaha NVL etc …!!! Naaagh itu laaagh yang disebut perceived value price .. suatu harga yang dipersepsikan oleh konsumen … di atas itu bagaimana …??? Konsumen langsung men-judged overpriced … habis perkara …!!!
Konsumen nggak mau tahu … apakah itu spek CBU kek… kelirnya pake kelir Motogp kek… gaya dengan pembalap MotoGP kek … kalau sudah dicap ‘overpriced’ … jangan harap sukses di market …!!! Naaagh … perceived value price ini bisa saza berobah … jika dianggap diatas Rp. 30 jeti adalah overpriced … maka ketika banderol Yamaha R15 tertera Rp. 28 jeti … maka perceived value price nya jadi segitu … diatas Rp. 28 jeti adalah overpiced … nggak ada cerita lageee …!!! Naaagh bagaimana dengan case Yamaha R25 …???
Konsumen saat ini ‘menerima’ harga untuk motor sportz fairing 2 cylinder adalah Rp. 53.7 jeti …. dan juga menerima harga motor sportz fairing single cylinder adalah Rp. 39.9 jeti atau anggap Rp. 40 jeti …!!! Ini fakta yang terjadi di market … dan konsumen nggak perduli apakah itu buatan lokal ataupun import …!!! So dari harga diatas terlihat sebenernya … pertanyaan nya adalah jika jika double cylinder lokal … kira-kira berapa tambahan nya dari single cylinder motor sportz yang saat ini dibanderol Rp. 40 jeti tersebut …??? Yang jelas gap nya sekitar Rp. 13 jeti … naaagh dari sini pabrikan Yamaha bisa ‘bermain’ untuk memaksimalkan perceived value price tadi …!!!
Jika dibanderol sekitar Rp. 46 jeti … berarti bisa diartikan ‘main aman’ … dalam artian tidak agresif … dimana market 2 cylinder akan diambil oleh Yamaha R25 ini … dan masih menyisakan celah untuk diambil beberapa persen untuk Ninja 250R mono …!!! Semakin mendekati ‘arah’ Rp. 40 jeti … misalnya ditetapkan Rp. 44 jeti atau Rp. 42 jeti misalnya … maka semakin ‘membumihanguskan’ market motor sportz 250cc …!!! Kenapa kok bisa …??? Yup,… karena motor nya sudah lokal … sehingga bisa ditekan parts ataupun labor-nya …!!! Setting harga bukan perkara mudah … oleh sebab itu CEO dibayar mahal untuk ini … dan tidak bisa dibahas dalam 1 artikel … kudu bersambung …!!! Last,… dengan competitive advantage yang ada … Yamaha R25 bisa dimaksimalkan … perceived value price … coz impactnya begitu luas … tidak hanya sekedar menguasai market share segment 250cc … namun juga bisa meningkatkan brand equity …!!! 😀
Leave a Reply