









Well,… terkadang suatu brand bisa ‘bluuur’ … dan konsumen terkadang bisa tidak ‘konsisten’ …!!! Ketika misalnya brand Amerika dibuat di China … sudah deeegh disebut ogggh.. bikinan China… seperti nya nggak ‘kebanggan’ mengkonsumsinya …!!! Demikian juga ketika ada brand yang jelas-jelas buatan Indonesia… sepertinya konsumen agak ‘gengsi’ menggunakannya …!!! Yaaagh … sah-sah saza lha wong seng duwe duit yooo konsumen jeee …!!! Konsumen lebih memilih brand Jepang misalnya … walau pun komponen dan tenaga kerja yang membuat adalah product Indonesia …!!! 😀
Dari sisi cost yang dominan … ketika suatu motor sudah diproduksi lokal … tentu saza sebenernya mayoritas biaya untuk pengeluaran product Indonesia … ntaaagh itu parts, tenaga kerja, depreciation dan amortisasi … terkait dengan resource yang ada di bumi Indonesia …!!! Kemudian ditempelkan laaagh brand … dari sini profit lebih dialokasi kepada pemegang saham dari brand tersebut …!!! Jika sebagian di miliki orang Indonesia maka sebagian profit tersebut akan diberikan ke pemegang saham lokal dalam bentuk deviden …!!!
So,.. kalau sudah begini … apakah tetap ‘DNA’ Jepang … atau kaaagh sudah ‘DNA’ indonesia … ??? Apakah konsumen yang menggunakan bangga akan product Jepang tersebut … ataukah malah bangga dnegan product yang dilokalkan di Indonesia …??? Namun kalau ‘murni’ DNA Indonesia malah nggak terlalu ‘bangga’ …??? Mungkin konsumen Indonesia seneng yang ‘blasteran’ … alias Indo … dan ini terlihat dari acceptance level konsumen terhadap product motor …!!! Last,… jadi lebih kemana … Jepang kaaagh atau Indonesia … apaalgi kalau di ekspor … ada opini laaain …??? 😀
Leave a Reply