









Well,… pasca kenaikan harga BBM Subsidi… yang menjadi pertanyaan adalah walaupun sudah agak berkurang subsidi yang diberikan… namun jika quantity konsumsi BBM subsidi bertambah… yaaagh secara nilai (total konsumsi x nilai subsisi red.) bisa saza tetap …!!! Naaagh disini temporary solution dengan menaikkan harga nggak berjalan efektif… malah kenaikkan harga BBM subsidi yang bersifat administered price… berdampak inflasi …!!! Terus ada nggak solusi lain …???
Yup,… satu-satunya cara adalah pengembangan MRT sudah mutlak dilakukan …!!! Persis seperti di New York atau Bangkok… ketika kemacetan sudah sangat parah… hanya solusi MRT yang diharapkan masyarakat …!!! Kunci yang harus diterapkan pada MRT adalah prinsip cheaper, better dan faster … dan ini adalah faktor competitive advantage yang harus ditonjolkan …!!! Jika naik motor misalnya habis Rp. 10 rebu sehari… maka naik MRT hanya 7.500 misalnya …!!! Jika naik motor kepanasan/kehujanan … maka naik MRT dingin sejuk, nyaman dan aman …!!! Jika naik motor misalnya membutuhkan waktu 1 jam misalnya… maka naik MRT paling juga 20 menit misalnya …!!!
So… disini pengguna transportasi mau nggak mau akan berpaling dari motor misalnya menuju MRT… thuz terjadi perubahan mode transportasi publik …!!! Jika sudah beralih… maka konsumsi BBM subsidi akan jauh berkurang… sehingga supply premium subsidi bisa dikurangi secara drastis …!!! Dampak lain adalah kerugian dari kemacetan misalnya BBM terbakar secara percuma bisa ditekan… dan banyak penghematan dilakukan …!!! So.. tidak ada lageee demo-demo… tidak ada lagi kenaikan harga… everybody happy… so mau nggak mau MRT itu menjadi prioritas utama bangsa ini… dan perlu diterapkan diseluruh kota di Indonesia …!!! Any comments …??? 😀
Leave a Reply