









Well,… jika berbicara marketing… memang tidak terlepas dari segmentasi, targeting dan positioning … dan dari sini bisa dikembangkan strategy maupun tactical… agar suatu product sukses di market …!!! Berbicara segmentasi,… jelas market Yamaha TTX adalah market skutik 115cc… dan bicara market skutik 115cc ada dua segment yaitu segment entry level… atau segment medium …!!! Naaagh segmentasi ini harus dipilih pabrikan… mau bermain di entry level atau di segment medium … dengan segala konsekuensinya lhooo… termasuk pricing strategy …!!! Mari kita lihat kedua segment… tentu saza dari kacamata pabrikan Yamaha sebagai pabrikan yang akan meluncurkan Yamaha TTX …!!! 😀
Di segment entry level… pabrikan Yamaha masih kalah dibandingkan dengan kompetitor… dilihat dari sisi market share …!!! Memang sudah ada upaya yang serius misalnya saza… dengan brojolnya Mio GT …!!! Dari sini terlihat segment ini butuh perhatian lebih … coz Mio J dan Mio GT belum mampu ‘menjepit’ kompetitor …!!! Segment Medium… dimana ditempati Mio Soul GT terlihat dengan design yang fresh sudah bisa ‘menjinakkan’ kompetitor… dan terlihat di segment medium ini… pabrikan Yamaha bisa bernafas agak legaaaa …!!! So… mau kemana Yamaha TTX ini diarahkan … ada yang tahu …???
Yup,… lebih pas diarahkan ke segment entry level… agar gedoran pabrikan Yamaha semakin kuat… dan fokus menyerang entry level lebih tajam …!!! Hal ini penting diputuskan… ketika gedoran Yamaha TTX berhasil di segment entry level… berarti segment entry level plus segment medium telah dipegang… tinggal selanjutnya fokus kepada segment premium … agar Yamaha Xeon RC ada dukungan product untuk menggedor …!!! Konsekuensi nya apaaa …??? Yaaagh jelas, banderol harga Yamaha TTX harus mendekati atau plus minus sama dengan Yamaha Mio J dan Yamaha Mio GT …!!!
Berikutnya adalah persoalan targeting… target disini tentu saza spesifik konsumen tertentu di segment skutik yang dituju …!!! Target nya bisa diduga… adalah segment kaum muda.. atau konsumen yang ingin menonjolkan differensiasi …!!! Simple nya adalah ketika product Yamaha TTX ini lewat… semua mata memandang product ini … coz uniiik dan dari karakteristik product Yamaha TTX sudah ada ciri-ciri ini …!!! Dari buritan lampu belakang sampai panel indicator yang ‘out of the box’ … bisa mendorong kaum muda untuk memilikinya …!!! Apalagi ban sudah gambot… cast wheel sesuai dengan selera orang Indonesia… lhaaa berikutnya soal differensiasi apa … ??? Yaaagh soal warna aka kelir dan striping… layaknya vitamin yang bisa bikin tambah jozzzz …!!!
Naaagh berikutnya positioning adalah memposisikan product Yamaha TTX ini pada konsumen Indonesia …!!! Product ini bisa diposisikan product yang berbeda… coz belum ada kompetitor yang bermain di segment ini… jika retro/classic untuk konsumen yang senang nuansa ‘tempo doeloe’ … naaagh Yamaha TTX ini bisa diarahkan ke selera ‘masa kini’ …!!! Naaagh,.. faktor kreativitas menjadi penting… dimana konsumen dapat menata dan mendesign tunggangan nya… thuz ini butuh berbagai varian ataupun accesories yang mendukung …!!!
Last,… setelah ketiga hal tersebut ditentukan.. berikutnya adalah persoalan promotion yang menjadi bagian 4P marketing … (lebih detilnya nanti saza laaagh red.) …!!! Intinya adalah… jika ada media mainstream online dan bloggerz… pinjamkan masing-masing secara serentak 1 bulan misalnya …!!! Biarkan skutik ‘baru’ ini mubeng-mubeng di jalan… bahkan versi militer pun kalau perlu turun ke jalan… kasih plat putih dan STNK sementara… bisa dijadikan marketing jalanan …!!! Marketing Jalanan sebenernya mirip dengan door-to-door marketing… namun lebih ampuuuh …!!! Ketika wabah mulai merasuk… gelontoran accesories harus siap… dan ‘baaaang’ segment entry level akan mulai goyaaah …!!! The question is “To be or not to be” … kata Shakespeare … 😀
Appendix :
Leave a Reply