









Ratu Kalinyamat akhirnya diberitahu oleh Ki Ageng Pemanahan bahwa Arya Penangsang telah terbunuh …!!! Ketika Ratu Kalinyamat menanyakan tentang jasad tubuh Arya Penangsang,… Ki Ageng Pemanahan dengan bijak mengatakan bahwa jasad Arya Penangsang telah diminta oleh utusan Sunan Kudus …!!! Sesuai syariat Islam, … tidak boleh menyia-nyiakan jasad… jika seseorang telah meninggal… maka jasad nya segera dikubur aka dikebumikan … dengan terlebih dahulu memandikan, men-sholatkan etc …!!! Ki Ageng Pemanahan mengeluarkan bukti bahwa benar Arya Penangsang telah terbunuh …!!! Apa buktinya … ??? 😀
“Kakang mbok Ratu… ini bukti bahwa Arya Penangsang telah tiada… yaitu tombak Dandang Musuh dan keris Kiai Setan Kober. Dua senjata ampuh ini milik Adipati Arya Penangsang …!!!”, Ki Ageng Pemanahan menjelaskan kepada Ratu Kalinyamat. “Aku percaya, dan atas nama mendiang suamiku Kangmas Kalinyamat… aku haturkan terima kasih… kepada Pajang yang telah berhasil membunuh Arya Penangsang …!!!” Ratu Kalinyamat pun bertanya, “Siapakah yang membunuh Arya Penangsang,… apakah Adipati Hadiwijaya sendiri …???”
“Bukan Kakang mbok Ratu,… kami sendiri yang membunuh Arya Penangsang …!!! Hal itu merupakan siasat… tidak perlu Adipati Hadiwijaya sendiri yang turun tangan …!!! Yang terpenting kami melakukan atas nama Pajang… atas nama Adipati Hadiwijaya …!!!” demikian penjelasan Ki Ageng Pemanahan …!!! Ratu Kalinyamat akhirnya mengatakan, “Benar … yang terpenting Arya Penangsang telah tiada … mestinya Kakang Pemanahan mendapatkan hadiah atas jasa menewaskan Arya Penangsang bukan Adipati Hadiwijaya …!!!”.
Ki Ageng Pemahan menolak dengan halus,” Maaf Kakang Mbok Ratu,… hamba akan diganjar dengan daerah Alas Mentaok demikian juga Ki Penjawi akan diganjar dengan wilayah Pati …!!! Janji Kakang Mbok hendaknya… diserahkan kepada Adipati Hadiwijaya… !!!”. Ratu Kalinyamat masih merasa ‘tidak adil’ … lha wong yang sudah kerja keras menewaskan Arya Penangsang… mosok nggak dapat apa-apa …!!! Ia pun menawarkan harta kekayaan… “Jika Kakang Pemanahan menolak… bagaimana dengan seluruh harta kekayaan akan kuberikan kepadamu …???”
Kembali Ki Ageng Pemanahan… tetap jujur dan menyadari dirinya sebagai abdi dalam Pajang… ia pun menjawab dengan sopan,” Mohon maaf kembali Kakang Mbok… sebaiknya harta kekayaan diberikan kepada Adipati Hadiwijaya …!!! Akhirnya Ratu Kalinyamat menawarkan pusaka yang dimiliki dirinya …!!! “Kakang Pemanahan,… mohon yang ini jangan ditolak… Kakang akan aku ganjar dengan dua pusaka yang kumilik… yaitu cincin merah delima yaitu Menjangan Bang… dan cincin intan yaitu Si Uluk …!!!”
Ratu Kalinyamat berpesan agar Ki Ageng Pemanahan tidak menceritakan kepada siapapun bahwa dirinya diberikan 2 cincin pusaka Ratu Kalinyamat …!!! Ratu Kalinyamat menyerahkan harta kekayaan, dan juga dayang-dayang kepada Ki Ageng Pemanahan untuk diberikan kepada Adipati Hadiwijaya …!!! Ki Ageng Pemanahan menghaturkan terima kasih… dan ia pamit untuk menuju ke Pajang …!!! Sebelum ke Pajang ia menuju ke dusun Sela dulu… ia menjelaskan kepada warganya akan keberhasilan menumpas Arya Penangsang… dan warga sela bersedia menemani Ki Ageng Pemanahan untuk membuka Hutan Mataram itu …!!!
Last,… selanjutnya Ki Ageng Pemanahan menuju ke Pajang,… dan melaporkan hasil yang telah ia capai dari mengunjungi Hutan Danaraja… dan menemui Ratu Kalinyamat …!!! Bagaimana kisah selanjutnya… ketika Ki Ageng Pemanahan melaporkan kepada Adipati Hadiwijaya… yaaa nantikan episode berikutnya …!!! 😀
Link Terkait :
Leave a Reply