









Well,… rencana kenaikan BBM Subsidi dalam hal ini premium,… akan mendorong konsumen untuk memilih motor-motor yang iriiit …!!! Berbicara motor yang iriiit… pasti nya motor yang menggunakan displacement cukup kecil …!!! Jika motor bebek / skutik yaaagh yang mempunyai displacement 110cc …!!! Naaagh,… dari sisi supply, pabrikan yang menawarkan motor-motor irit seolah mendapat ‘berkah’ … lha wong konsumen akan berpikir memaksimalkan ‘value’ yang ditawarkan oleh pabrikan melalui product-product nya …!!! Berbicara soal demand… skutik memang menjadi primadona… dan jika dikaitkan dengan faktor irit dan demand… tentu saza skutik entry level yang akan menjadi target shifting demand konsumen …!!! 😀
Ambil contoh saza… Yamaha Mio Sporty… dari uji konsumsi BBM ala anak jalanan… diperoleh angka 45 km/liter …!!! Lha kalau konsumen beralih ke Yamaha Mio J,… maka fuel consumptionnya menjadi 61.5 km/liter… ini berarti terjadi peningkatan efisiensi sekitar 36% …!!! Lha kalau misalnya saza BBM subsidi naik sekitar Rp. 1500 atau sekitar 30%… maka dengan memilih skutik yang lebih irit… masih ada ‘gain’ sebesar 6% …!!! Tentu saza konsumen makin kritis… menggunakan model lama… malah lost opportunity 36% atau mengalami kerugian 30%… so bisa jadi skutik iriiit makin ditubruk …!!!
Konsumen terutama di daerah kota besar nggak peduliiii… apakah skutik itu injeksi atau carburator… lha wong kenaikan BBM sudah didepan mata… !!! Urusan maintenance cost… nanti aza daaagh dipikiiir… yang jadi kriteria utama… skutik kuwiii… berapa km bisa riwa-riwi dengan 1 liter nya …!!! Pabrikan Yamaha terlihat memanfaatkan ‘tail wind’ ini… pada dealer besar malah menonjolkan Yamaha Mio J ketimbang Yamaha Mio Sporty … dan jika demand Mio J meningkat… mungkin pelan-pelan Mio Sporty akan lengser ke prabooon …!!! Demikian juga pabrikan Suzuki dengan Nex nya… bisa-bisa mendapat rondo runtuuh… dudu durian runtuh… lha wong montoreee iriiit juga kok… iso-iso semakin payuuu kok …!!! Toeeeel opo oraaaa… ???
Leave a Reply