









Well,… pricing ini suatu komponen yang sangat penting di marketing …!!! Coz … di alam nyata semuanya serba ada batasan… secara normal semua konsumen pasti ada batasan ‘budget’ ya thooo …??? Ketika konsumen mempunyai daya beli… tentu ia akan mempertimbangkan dengan ekspektasi nya … apa yang ia akan dapat.. dengan duit yang ia serahkan …!!! Warren Buffet mengatakan “Price is what you pay. value is what you get” …!!! 😀
Warren Buffet adalah the world most succesful investor… dan ia merupakan orang terkaya ke dua di tahun 2005 dengan kekayaan USD 43 milyar …!!! Ia nggak percaya kepada para advisers… ia melakukan investment dengan mempelajari sendirian… ia percaya akan dirinya 100% …!!! ia sering menghabiskan waktunya sendirian di kantor dengan meja tanpa komputer… ia melakukannya berdasarkan naluri dan feeling… jika ia tertarik… maka ia akan mempelajari financial perusahaan yang akan diinvestnya sendirian …!!! Ia sangat terkenal dengan 7 contrarian principles… dan baginya it works …!!!
Naaagh,… menariknya adalah ketika sudah berbicara tentang ekspektasi konsumen…. disini berbicara mindset …!!! Konsumen Indonesia tidak akan protes ketika harga motor di Indonesia lebih tinggi ketimbang di Thailand …!!! Ketika Honda CBR 250R yang di Thailand di banderol THB 100.5 rebu aka Rp. 29 jeti… dibanderol seharga Rp. 39.9 jeti… kok happy-happy saja … bahkan banyak yang memuji… harga yang menggoda… mirip Rondo Kembang …!!! Tapi kenapa ketika Honda CBR 150R yang dibanderol THB 76 rebu aka Rp. 22 jeti… terus dibanderol Rp. 33 jeti… langsung kebakaran jenggot… dibilang oper press laaagh… ora sido tuku laaagh …etc…!!!
Secara tidak langsung… ekspektasi membandingkan dan menghitung diantara keduanya …!!! Ketika Honda CBR 250R dibanderol seharga Rp. 39.9 jeti saja… dimana di Thailand dihargai Rp. 29 jeti… maka ada faktor multiplier sekitar 1.34 …!!! Naaagh ketika faktor ini dimasukkan ke dalam simulasi Honda CBR 150R harga Rp. 22 jeti… maka diperoleh angka Rp. 29.6 jeti…!!! Thuz,… harga diatas Rp. 29.6 jeti… dianggap kemahalan… apalagi di set seharga Rp. 33 jeti…!!!
Harga terlalu rendah pun,… dalam beberapa kasus malah menyebabkan konsumen ragu… jangan-jangan plastiknya dibuat dari ember… ??? Cat motornya gampang terkelupas… atau enginenya jangan-jangan kemlothoook …!!! Lha,… penetapan pricing ini kembali dikaitkan strategy perusahaan… apakah mau cost leadership, differentiation, atau focus …??? Jika sudah ditentukan… baru laagh berbicara pricing strategy… apakah mau skimming, penetration atau comparable pricing strategy …??? So… memang kudu ‘pintar-pintar’ … so dont make mistake laaagh… !!! 😀
Leave a Reply