









Well,… Piaggio Indonesia setelah membikin geger dengan ‘discounted price’ Piaggio Zip sebesar Rp. 11 jeti… juga ‘menggertak’ segment motor premium… yaitu dengan menggelontorkan Piaggio Liberty 150 injeksi… dengan banderol Rp. 19.9 jeti …!!! Jelas dari sisi harga… yang akan ‘dihajar’ adalah skutik premium… dimana saat ini market dipegang oleh Honda PCX 125 … yang dibanderol Rp. 32 jeti …!!! Memang, … Piaggio sebagai ‘pelopor’ scooter di jagad ini… tergiur akan market Indonesia …!!! 😀
Monggo saza lihat… market skutik di Indonesia saat ini sudah mencapai 49.63% … jauh meninggalkan motor bebek yang mempunyai market share 42.15% …!!! Jika di tahun 2011,… mencapai 8 juta unit… maka sekitar 4 juta unit skutik bakalan dipilih oleh konsumen …!!! Apalagi trend market share skutik masih bisa meningkat di tahun-tahun mendatang …walaupun tidak akan signifikan banget… !!! Balik lagi,… porsi penjualan Honda PCX yang secara average sekitar 130-an unit per bulan… tentu menjadi target utama Piaggio Liberty …!!! Namun tidak menutup kemungkinan …. terjadi ‘shifting demand’ dari medium segment walau kemungkinan tidak signifikan… coz ‘price differential’ nya yang cukup jauh… sekitar Rp. 4 jutaan …!!! 😀
Last,… jangan dianggap enteng ancaman Piaggio Liberty 150 ini,… coz bagi pecinta scooter speed freak… engine motor ini sanggup memuntahkan power 11.5HP pada 8000RPM dan torsi maksimum 11.2Nm pada 6250RPM… dan scooter ini bisa digeber hingga 135 km/h… !!! Sedangkan bagi pecinta value… jangan salah… di Europe versi 125cc saza dibanderol Euro 2200 alias Rp. 27 jeti… sedangkan ini 150cc cuuuy… dibanderol Rp. 19.9 jeti …!!! Dari sisi intangible pun… tidak akan diragukan… coz thiez is Italian scooter… aka biangnya scooter… !!! So,… yang perlu ditunggu apa yang akan dilakukan pabrikan Honda terhadap PCX 125 nya… ??? Apakah akan bermain dengan ‘discounted price’ atau meningkatkan ‘local’ content… atau terpaksa menyerah di tangan pabrikan Italy… ??? Yaaagh kita tunggu saza… apa yang akan terjadi di market skutik Indonesia… 😀
Link terkait :
Appendix :
Leave a Reply